Polda Sultra Siagakan 631 Personel Gabungan Hadapi Ancaman Karhutla

  • 13 Agt 2026 08:19 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Polda Sulawesi Tenggara menyiapkan 631 personel gabungan untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sultra.

Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan dan peralatan yang dipimpin Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra, Selasa 11 Agustus 2026.

Apel turut dihadiri jajaran Forkopimda Sultra, Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., pejabat utama Polda Sultra serta sejumlah instansi terkait.

Personel gabungan berasal dari unsur kepolisian dan berbagai stakeholder, di antaranya Dinas Kehutanan, BPBD, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, BMKG, Manggala Agni serta unsur terkait lainnya.

Kapolda Sultra mengatakan apel tersebut digelar untuk memastikan kesiapan personel, peralatan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla.

Menurutnya, kondisi cuaca dan musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang mulai Agustus 2026 perlu menjadi perhatian. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan dan membuat vegetasi lebih mudah terbakar.

Berdasarkan pemetaan Biro Operasi Polda Sultra, terdapat tujuh titik rawan karhutla yang tersebar di empat kabupaten, yakni dua titik di Bombana, satu titik di Kolaka Utara, satu titik di Konawe Utara dan tiga titik di Konawe Selatan.

Kapolda juga mengingatkan adanya fenomena El Nino yang perlu diantisipasi bersama.

“Fenomena El Nino juga harus kita waspadai. Seluruh jajaran di Sulawesi Tenggara harus mempersiapkan langkah penanggulangan karhutla secara optimal,” ujar Kapolda.

Kapolda menekankan penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga pencegahan, deteksi dini dan kecepatan respons agar kebakaran tidak meluas.

Seluruh personel diminta aktif melakukan pemetaan wilayah rawan, edukasi kepada masyarakat serta memastikan kesiapan kendaraan, peralatan, sarana evakuasi dan logistik.

Melalui kesiapsiagaan tersebut, penanganan karhutla di Sultra diharapkan dapat dilakukan secara cepat, terpadu dan efektif untuk melindungi masyarakat, lingkungan dan kawasan hutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....