Sensus Ekonomi 2026 Sultra Capai 77,84 Persen, 724 Ribu Usaha Didata

  • 01 Agt 2026 20:35 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara mencatat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Sultra telah mencapai 77,84 persen dari target pendataan. Hingga 30 Juli 2026, sebanyak 724.760 unit usaha berhasil didata dari target 931.147 unit usaha.

Capaian tersebut disampaikan Kepala BPS Sulawesi Tenggara, Andi Kurniawan, saat Media Briefing Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Kamis (30/ Juli 2026).

Andi Kurniawan menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan statistik nasional strategis yang bertujuan memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh. Data yang dihimpun akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Menurut Andi, hasil sensus akan memberikan gambaran mengenai distribusi produktivitas antaraktivitas usaha, mengidentifikasi sektor-sektor yang memiliki produktivitas tinggi maupun yang masih memerlukan penguatan, serta menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan peningkatan produktivitas secara lebih efektif.

Selain itu, SE2026 juga akan menyajikan informasi mengenai komposisi aktivitas ekonomi di berbagai sektor, jenis usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja, hingga sumber utama penciptaan lapangan kerja di setiap daerah.

“Melalui data tersebut, kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan dapat disusun lebih tepat sasaran sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” kata Andi Kurniawan.

Andi menegaskan, keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya bergantung pada petugas BPS, tetapi memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, lembaga, pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat.

“Keberhasilan SE2026 hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha sangat penting agar data yang dihasilkan akurat dan mampu menjadi dasar perencanaan pembangunan ekonomi yang berkualitas,” tutupnya (sumber Kendarinfo)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....