Jangan Menunggu Sempurna untuk Dekat Allah

  • 05 Okt 2026 08:15 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Setiap manusia memiliki kesempatan untuk kembali mendekat kepada Allah SWT, sehingga tidak perlu menunggu menjadi pribadi yang sempurna terlebih dahulu. Kesadaran tersebut penting agar seseorang tidak terjebak dalam rasa bersalah yang justru membuatnya menjauh dari Allah.

Pesan itu disampaikan Ustaz M. Lutfi Ansori, Khodim Ponpes Darussalam Kediri dalam Kajian Mutiara Pagi, Senin, 5 Oktober 2026. Ia menyebut terdapat dua jebakan psikologis yang dapat dialami manusia dalam beragama, yakni merasa dosa terlalu besar untuk mendapatkan ampunan dan merasa amal ibadahnya sudah cukup sehingga yakin dirinya pasti selamat.

Menurut Ustaz Lutfi, merasa dosa lebih besar daripada ampunan Allah merupakan sikap yang keliru. Sebab, hal tersebut secara tidak langsung membuat seseorang seolah-olah membatasi luasnya ampunan Allah. Karena itu, sebesar apa pun kesalahan seseorang, pintu taubat tetap terbuka selama manusia mau kembali kepada-Nya.

“Jangan sampai kita merasa tertutup dari rahmat Allah. Sebesar apa pun dosa kita, itu taubat dan jangan lupa kembali itu selalu ada,” ujarnya.

Di sisi lain, umat Islam juga diingatkan agar tidak terjebak dalam perasaan bahwa amal ibadah yang dilakukan sudah cukup untuk memastikan dirinya masuk surga. Menurutnya, amal memang menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim, tetapi keselamatan dan kenikmatan surga pada akhirnya merupakan rahmat Allah SWT.

Ustaz Lutfi juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus berjalan mendekati Allah meskipun belum mampu menjadi pribadi yang ideal. Menunggu diri menjadi sempurna justru dapat membuat seseorang menunda langkah untuk memperbaiki diri. Menurutnya, proses mendekat kepada Allah harus dimulai dari kondisi yang ada saat ini.

Ia mencontohkan, seseorang yang telah memiliki kemampuan untuk beribadah atau melakukan kebaikan tidak seharusnya menunda hanya karena merasa dirinya belum cukup baik. Hal terpenting adalah memulai langkah tersebut sembari terus memperbaiki diri dan memohon pertolongan serta rahmat Allah SWT.

Lebih lanjut, Ustaz Lutfi menyebut harapan merupakan bentuk keyakinan dan kegembiraan hati dalam menantikan karunia Allah. Karena itu, manusia perlu bersandar kepada Allah sekaligus tetap melakukan ikhtiar dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kajian tersebut, Ustaz Lutfi mengajak umat Islam untuk menjaga keseimbangan dalam beragama, tidak berlebihan merendahkan diri karena dosa, namun juga tidak merasa paling baik karena amal ibadah. Manusia hendaknya terus memohon ampunan, menjaga harapan, memperbaiki diri dan meyakini bahwa rahmat Allah tidak pernah terputus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....