Ustaz Mansur Ingatkan Pentingnya Menepati Janji untuk Menjaga Kepercayaan
- 16 Sep 2026 10:44 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Kepercayaan dalam kehidupan bermasyarakat dapat dibangun dari hal sederhana, salah satunya dengan menepati janji. Komitmen terhadap kesepakatan dinilai tidak hanya menunjukkan tanggung jawab seseorang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan baik dengan orang lain.
Pengasuh Majelis Ta'lim Nur Arofah Kediri, Ustaz Mansur, mengatakan manusia pada dasarnya tidak dapat menjalani kehidupan seorang diri. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi, kerja sama, dan hubungan dengan orang lain dalam berbagai aspek kehidupan.
“Dalam hidup kita tidak akan terlepas dari orang lain, karena kita makhluk sosial. Kita tidak mampu untuk mandiri, berdiri sendiri. Karena itu kita harus bergaul dengan orang lain,” kata Ustaz Mansur kepada RRI, Rabu, 16 September 2026.
Dalam pergaulan tersebut, lanjut dia, berbagai bentuk kesepakatan atau perjanjian menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Persoalan dapat muncul ketika salah satu pihak tidak menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memunculkan keresahan sekaligus mengganggu kepercayaan dalam hubungan sosial.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk membiasakan diri menjaga setiap janji yang telah disampaikan. Menurutnya, ketika seseorang mampu memenuhi janji kepada orang lain, terdapat manfaat sosial berupa tumbuhnya kepercayaan.
“Kalau kita bisa memenuhi janji yang ada, maka akan ada feedback untuk kita. Allah akan membalasnya. Termasuk juga kalau kita bisa memenuhi janji kita kepada manusia, Allah juga akan membalas. Kalau sesama manusia kita bisa dapat kepercayaan,” ujarnya.
Menurut Ustaz Mansur, persoalan janji tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarmanusia. Dalam ajaran Islam, manusia juga memiliki komitmen kepada Allah SWT. Syahadat menjadi salah satu bentuk ikrar seorang muslim untuk mengakui Allah dan menjalankan konsekuensi keimanan melalui ibadah serta ketaatan terhadap perintah-Nya.
“Kita juga sudah melakukan perjanjian dengan Allah, yaitu dengan bersyahadat. Secara tersirat kita berjanji kepada Allah untuk beribadah, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala macam larangan-Nya,” jelasnya.
Ia mengatakan, komitmen tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menepati janji, baik kepada Allah, Rasulullah maupun sesama manusia, menurutnya merupakan bentuk tanggung jawab yang memiliki konsekuensi terhadap kehidupan seseorang.
Tidak hanya kepada Allah dan orang lain, Ustaz Mansur juga mengingatkan pentingnya memenuhi janji kepada diri sendiri. Sebaliknya, ketika janji dilanggar, seseorang perlu memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang dapat berdampak buruk.
“Kalau kita melanggar pasti ada efek buruk yang kita terima. Makanya kita usahakan bisa memenuhi, bukan hanya menepati janji saja, apalagi kepada Allah dan Rasul-Nya,” katanya.
Ia menambahkan, menjalankan komitmen kepada Allah bukanlah perkara ringan. Namun, umat Islam telah diberikan pedoman melalui Al-Qur'an dan hadis untuk menjalani kehidupan sesuai dengan tuntunan agama.
“Janji itu cukup berat untuk dilaksanakan, tapi semua sudah ada petunjuknya dari Allah yaitu sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-Hadis. Kalau kita ikuti pasti tidak akan pernah tersesat.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....