Menepati Janji kepada Allah dan Sesama Manusia Jadi Bagian dari Ibadah
- 16 Sep 2026 10:40 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Menjaga dan memenuhi janji dinilai menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Selain berkaitan dengan hubungan antarmanusia, janji juga memiliki dimensi spiritual karena manusia pada hakikatnya memiliki ikatan perjanjian dengan Allah SWT untuk menjalankan ibadah serta menaati perintah-Nya.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Mansur, pengasuh Majelis Ta'lim Nur Arofah Kediri. Ia mengingatkan bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang dalam menjalani kehidupan tidak dapat berdiri sendiri dan selalu membutuhkan orang lain.
“Dalam hidup kita tidak akan terlepas dari orang lain, karena kita makhluk sosial. Kita tidak mampu untuk mandiri, berdiri sendiri. Karena itu kita harus bergaul dengan orang lain,” ujar Ustaz Mansur kepada RRI, Rabu, 16 September 2026.
Menurutnya, dalam hubungan sosial, pergaulan antarmanusia tidak selalu berjalan tanpa persoalan. Berbagai kepentingan dan kesepakatan dapat memunculkan keresahan apabila tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Karena itu, setiap perjanjian yang telah disepakati perlu dijaga dan dipenuhi.
Ustaz Mansur menjelaskan, selain janji yang dibuat dengan sesama manusia, seorang muslim juga memiliki janji kepada Allah SWT. Janji tersebut tercermin melalui syahadat yang diucapkan seorang muslim sebagai bentuk pengakuan keimanan sekaligus komitmen untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
“Kita juga sudah melakukan perjanjian dengan Allah, yaitu dengan bersyahadat. Secara tersirat kita berjanji kepada Allah untuk beribadah, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala macam larangan-Nya,” katanya.
Ia menambahkan, memenuhi janji diyakini memiliki konsekuensi positif. Dalam hubungan antarmanusia, orang yang mampu menepati kesepakatan akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Sementara dalam perspektif keagamaan, setiap kebaikan yang dilakukan manusia diyakini akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.
“Kalau sesama manusia kita bisa dapat kepercayaan. Gambaran dari Nabi, kita akan mendapatkan kebaikan dari janji yang kita penuhi tersebut, dan kebajikan itu akan mengantarkan kita menuju surga,” katanya.
Sebaliknya, menurut Ustaz Mansur, mengingkari janji dapat menimbulkan dampak buruk, baik terhadap hubungan sosial maupun terhadap diri sendiri. Oleh sebab itu, ia mengingatkan agar seseorang tidak mudah membuat janji apabila sejak awal merasa tidak mampu untuk memenuhinya.
“Kita usahakan bisa memenuhi, bukan hanya menepati janji saja, apalagi kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika sekiranya tidak bisa ditepati, jangan sampai kita berbuat janji,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa komitmen seorang manusia kepada Allah SWT merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan berpedoman pada ajaran agama. Menurutnya, Al-Qur'an dan hadis telah menjadi petunjuk bagi umat Islam dalam menjalankan kehidupan.
“Janji itu cukup berat untuk dilaksanakan, tapi semua sudah ada petunjuknya dari Allah, yaitu sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-Hadis. Kalau kita ikuti, pasti tidak akan pernah tersesat,” ujar Ustaz Mansur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....