FKUB Jombang Kukuhkan Pengurus Baru, Siap Perkuat Moderasi Beragama
- 02 Okt 2026 13:38 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang — Kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jombang secara resmi dikukuhkan untuk masa bakti periode 2026 hingga 2031. Acara pengukuhan ini menandai lembaran baru bagi perjalanan organisasi dalam merawat keharmonisan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat pada hari Jum'at, 2 Oktober 2026 tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting. Mulai dari perwakilan pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga para tokoh lintas agama di Kabupaten Jombang.
Kehadiran para tokoh agama ini mencerminkan kuatnya komitmen bersama untuk menjaga kedamaian daerah. Momentum ini sekaligus menjadi titik awal bagi kepengurusan baru dalam menjalankan amanah organisasi secara optimal.
Wakil Ketua FKUB Jombang, H. Didik Tondo Susilo, S.H., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pengukuhan ini. Ia juga mengawali sambutannya dengan menyampaikan apresiasi mendalam kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan penuh.
"Alhamdulillah hari ini hari Jum'at tanggal 2 Oktober 2026, kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama FKUB Kabupaten Jombang telah dikukuhkan oleh Bapak/Ibu Kabupaten Jombang untuk periode 2026 hingga 2031," ujar H. Didik saat memberikan keterangan.
Dalam kesempatan tersebut, H. Didik secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jombang. Peran serta dukungan dari instansi pemerintah dinilai sangat krusial dalam menopang kerja organisasi ke depannya.
"Yang pertama kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak/Ibu Kabupaten Jombang, serta seluruh warga dan organisasi perangkat daerah terkait yang telah memberikan kepercayaan kepada kami," ucapnya.
Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat dan pemerintah ini dipandang sebagai sebuah tanggung jawab besar. Terlebih, tantangan dinamika sosial kemasyarakatan dan keagamaan di era modern semakin kompleks dan dinamis.
H. Didik juga memberikan perhatian khusus kepada para tokoh agama yang ditunjuk sebagai pengurus baru. Menurutnya, keterlibatan aktif para pemuka agama merupakan kunci utama dalam merajut kerukunan akar rumput.
"Khususnya para tokoh agama yang telah ditunjuk dan dipilih untuk menjadi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Jombang, kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya," kata H. Didik.
Selain ucapan terima kasih, ia juga menitipkan pesan penting kepada seluruh elemen masyarakat luas. Imbauan ini berfokus pada pentingnya menjaga kerukunan serta merawat interaksi sosial yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.
"Kedua, kami mengimbau pada seluruh warga masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Jombang, agar kita terus melakukan interaksi sosial dari segi keagamaan," kata Didik.
Interaksi sosial yang harmonis antarumat beragama diyakini mampu meredam potensi gesekan sosial. Oleh karena itu, kolaborasi lintas kelompok menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi.
H. Didik mengajak seluruh warga untuk senantiasa bersatu padu dalam bingkai kebersamaan. Semangat gotong royong harus terus dipupuk demi mewujudkan cita-cita bersama membangun daerah.
"Untuk bisa bersatu padu, bergotong royong dalam rangka membangun Kabupaten Jombang yang lebih maju dan lebih sejahtera," ucapnya.
Menanggapi pertanyaan terkait langkah strategis pasca pengukuhan, H. Didik menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah program prioritas. Program-program ini dirancang agar dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Setelah pengukuhan, tentu saja yang akan kami lakukan adalah yang pertama konsolidasi organisasi yang akan menyelenggarakan rapat internal khusus kepengurusan FKUB," ujar H. Didik.
Konsolidasi internal ini dinilai penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kekompakan antar pengurus baru. Dengan struktur yang solid, pelaksanaan program kerja kedepan diyakini akan berjalan jauh lebih efektif.
Tahap konsolidasi tersebut akan segera disusul dengan perumusan program kerja nyata. FKUB Jombang menargetkan program-program taktis yang dapat langsung dieksekusi dalam waktu dekat. "Dan setelah itu membuat program kerja yang bisa kita laksanakan secara nyata, yaitu di empat bulan terakhir ini, sehingga ke depannya kami bisa eksis," ucapnya.
Keberadaan FKUB di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya sekadar formalitas organisasi semata. Lebih dari itu, FKUB ingin hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam merawat kerukunan umat.
"Betul-betul bisa membantu Pemerintah Kabupaten Jombang dalam hal meningkatkan kesadaran kerukunan beragama, dalam hal ini adalah moderasi kerukunan beragama di Kabupaten Jombang," ucap H. Didik .
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....