Teknologi Pencacah Bantu Peternak Sapi Perah di Kediri Atasi Limbah
- 30 Sep 2026 17:02 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Teknologi mesin pencacah dimanfaatkan untuk membantu peternak sapi perah di Kabupaten Kediri mengatasi limbah pertanian sekaligus mengolahnya menjadi bahan pakan dan pupuk organik. Jerami dan batang jagung yang sebelumnya menjadi sisa pertanian dapat dicacah dan diproses menjadi pakan fermentasi atau silase.
Teknologi tepat guna tersebut diterapkan Departemen Profesi Keinsinyuran Fakultas Teknik Universitas Brawijaya di Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Pemanfaatannya diarahkan untuk membantu peternak mengoptimalkan bahan yang tersedia di sekitar wilayah mereka.
Ketua Tim Pengabdian sekaligus Ketua Departemen Profesi Keinsinyuran FT UB, Ir. Oyong Novareza, mengatakan limbah pertanian memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak apabila mendapatkan pengolahan yang sesuai.
“Kami berharap limbah pertanian yang ada di Desa Sumberagung bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh peternak sapi perah sebagai bahan pakan. Dengan teknologi yang tepat, limbah tersebut dapat diolah sehingga memiliki nilai guna,” ujar Oyong, Rabu, 30 September 2026.
Mesin pencacah digunakan pada tahap awal pengolahan jerami dan batang jagung. Setelah dicacah, bahan tersebut dapat difermentasi menjadi silase, sementara sisa bahan organiknya dapat diolah menjadi pupuk untuk mendukung kesuburan lahan pertanian.
Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif sumber pakan bagi peternak sekaligus membantu menekan biaya produksi. Di sisi lain, limbah pertanian yang sebelumnya tidak termanfaatkan dapat dikembalikan ke dalam sistem produksi sebagai bahan organik.
Peternak juga dibekali pengetahuan mengenai teknik pencacahan, proses fermentasi pakan hingga pengolahan sisa bahan organik menjadi pupuk. Pendekatan ini diarahkan untuk membangun pola pertanian dan peternakan yang saling terhubung.
Sementara itu, Sekretaris Desa Sumberagung, Puji Saksono, menilai teknologi tersebut memberikan tambahan pilihan bagi peternak dalam memanfaatkan potensi limbah pertanian di wilayahnya.
“Kami menyambut baik dukungan teknologi tepat guna bagi peternak sapi perah. Pengetahuan mengenai pemanfaatan limbah ini penting agar potensi yang ada di desa dapat digunakan untuk mendukung keberlangsungan usaha peternakan,” kata Puji.
Menurutnya, penguatan pengetahuan dan teknologi masih diperlukan agar peternak dapat mengembangkan pemanfaatan limbah pertanian secara mandiri dan berkelanjutan. Penerapan teknologi tersebut turut didukung mitra dari sektor usaha yang memberikan pengetahuan teknis mengenai optimalisasi pakan berbasis teknologi tepat guna.
Pengolahan limbah secara terpadu diharapkan dapat mendorong terbentuknya sistem pertanian dan peternakan yang lebih efisien, dengan memanfaatkan sisa hasil pertanian sebagai sumber pakan sekaligus bahan pupuk organik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....