Menjelang Tahun Ajaran Baru, Guru PAUD Diminta Bijak Terapkan AI
- 04 Jul 2026 13:59 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027 pada 13 Juli mendatang, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran PAUD menjadi perhatian.
Seiring semakin mudahnya akses terhadap teknologi digital, guru dituntut mampu memanfaatkan AI sebagai pendukung proses belajar tanpa mengurangi esensi pendidikan anak usia dini yang berpusat pada interaksi, stimulasi, dan pendampingan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menegaskan AI dapat menjadi sarana untuk memperkuat kualitas pembelajaran apabila digunakan secara proporsional. Menurutnya, guru tetap harus menyesuaikan penerapan teknologi dengan tahapan perkembangan anak sehingga tidak menggeser proses pembentukan karakter maupun kemampuan dasar peserta didik.
"Pemanfaatan AI merupakan keniscayaan yang perlu disikapi secara bijak. Namun pada jenjang PAUD, penggunaannya harus tetap diselaraskan dengan karakteristik perkembangan anak agar teknologi menjadi pendukung pembelajaran, bukan menggantikan proses belajar yang sesungguhnya," ujar Muhsin, Sabtu, 4 Juli 2026.
Ia menambahkan, guru PAUD tetap memegang peran penting dalam mengamati tumbuh kembang anak sejak dini, mulai dari aspek sosial-emosional, bahasa, kognitif, hingga kemampuan motorik. Menurutnya, kehadiran teknologi tidak boleh mengurangi fungsi guru dalam melakukan deteksi dini terhadap hambatan perkembangan maupun memberikan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan setiap anak.
Sementara itu, Ketua Program Studi PG PAUD UNP Kediri, Anik Lestariningrum, mengatakan kesiapan menghadapi tahun ajaran baru juga perlu diiringi dengan peningkatan kompetensi digital guru. AI dinilai dapat dimanfaatkan untuk menyusun media pembelajaran, mencari referensi, hingga mengembangkan metode belajar yang lebih kreatif, tetapi penggunaannya harus tetap memiliki batasan yang jelas.
"AI seharusnya menjadi alat bantu yang mempermudah guru dalam merancang pembelajaran, bukan menggantikan peran pendidik. Anak tetap harus dibimbing agar mampu berpikir kritis, kreatif, serta tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi," kata Anik.
Menurutnya, guru PAUD di Kabupaten Kediri telah memiliki fondasi yang cukup baik dalam mengadopsi teknologi digital. Meski demikian, penguatan kompetensi dan pendampingan masih dibutuhkan agar implementasi AI dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus menjaga pendidikan anak usia dini tetap berorientasi pada tumbuh kembang anak secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....