Debit Embung di Jombang Terus Menurun imbas Kemarau Panjang

  • 28 Sep 2026 21:41 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Debit air di sejumlah embung Kabupaten Jombang terus menurun seiring berlangsungnya kemarau panjang. Kondisi terparah terjadi di lima embung wilayah utara Sungai Brantas yang kini telah kehilangan seluruh tampungan air sehingga tidak lagi dapat menyuplai air ke intake irigasi.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, Sultoni, mengatakan lima embung yang saat ini telah kering berada di Karangjati, Brumbung, Karangpakis, Ngabar, dan Sempal, “Ada sekitar lima lokasi embung yang kondisinya sudah habis airnya,” ujar Sultoni, Senin, 28 September 2026.

Selain lima embung tersebut, beberapa lokasi lain masih menyimpan air, tetapi volumenya terus berkurang. Di antaranya Embung Sumbergondang, Tanjungwadung, dan Grojokan. Sultoni mengatakan, penurunan debit membuat sebagian embung yang masih memiliki tampungan tidak mampu lagi mengalirkan air menuju jaringan irigasi. Salah satunya Embung Sumbergondang yang airnya masih tersedia di tampungan, tetapi tidak cukup untuk dialirkan ke intake.

“Embung lainnya juga mengalami penurunan debit. Sumbergondang misalnya, airnya masih ada di tampungan, tetapi sudah tidak dapat dialirkan ke intake irigasi,” jelasnya.

Menurut Sultoni, kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik embung yang sebagian besar merupakan tampungan air hujan. Ketersediaan air pada embung jenis ini sangat bergantung pada curah hujan sehingga cadangannya lebih cepat berkurang ketika musim kemarau berlangsung panjang.

Ia menyebut, pada kondisi normal, air di embung tadah hujan umumnya hanya dapat bertahan hingga sekitar bulan ketujuh atau kedelapan. Kondisi ini berbeda dengan waduk yang memiliki sumber air tambahan dari aliran dasar maupun kapasitas tampungan yang lebih besar.

“Sebagai contoh, Waduk Karangkates di Malang. Waduk tersebut tidak hanya mengandalkan air hujan, tetapi juga mendapat aliran dasar atau baseflow dari pegunungan dan memiliki kapasitas tampungan air hujan yang besar,” katanya.

Sultoni menyebut, secara keseluruhan terdapat sekitar 18 embung di Kabupaten Jombang. Sebarannya meliputi empat embung di Kecamatan Kudu, sembilan di Kecamatan Kabuh, tiga di Kecamatan Plandaan, dan dua di Kecamatan Bareng.

Namun, tidak seluruh embung tersebut saat ini dapat berfungsi secara optimal. Sebagian di antaranya mengalami kerusakan sehingga pemanfaatannya untuk mendukung kebutuhan air, termasuk irigasi, menjadi terbatas.

Dari sisi kewenangan pengelolaan, mayoritas embung di Kabupaten Jombang berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Sementara sejumlah embung berukuran kecil, seperti Banjaragung dan Sidowayah, berada dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten Jombang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....