Pengelolaan Sampah Harus Jadi Bagian Penting dalam Pelaksanaan MBG
- 28 Sep 2026 16:53 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Pengelolaan sampah dinilai perlu menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Perhatian tersebut mencakup pengurangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai serta pencegahan sisa makanan atau food waste, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.
Ketua Yayasan Hijau Daun Mandiri, Endang Pertiwi, mengatakan pengelolaan sampah menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan bersama dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, perhatian terhadap sampah dapat dilakukan mulai dari penggunaan kemasan hingga pengelolaan makanan yang tersisa.
“Dalam pelaksanaannya, pengolahan sampah dari MBG masih perlu menjadi perhatian. Masih ada beberapa makanan yang menggunakan plastik meskipun wadah utamanya sudah menggunakan ompreng. Ini menjadi bagian yang perlu diperhatikan bersama,” ujar Endang, Senin, 28 September 2026.
Selain kemasan, Endang menyoroti potensi munculnya sisa makanan setelah program MBG dibagikan kepada siswa. Menurutnya, upaya mengurangi food waste dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan cara pengolahan, menu, rasa, tampilan, dan tak kalah penting adalah kandungan gizi.
Menurut Endang, standar menu MBG sejauh ini telah memiliki ketentuan yang cukup baik dan menyesuaikan dengan kebutuhan gizi yang telah ditetapkan. Karena itu, perhatian berikutnya dapat diarahkan pada proses pengolahan dan penyajian agar makanan tetap layak dikonsumsi.
“Standar menunya sejauh ini sudah bagus dan sesuai dengan ketentuan yang diinginkan pemerintah maupun pihak yang berwenang. Namun, pengolahannya juga perlu menjadi perhatian bersama agar makanan tidak cepat basi dan tetap dapat dikonsumsi, sehingga nantinya tidak ada makanan tersisa atau bahkan tidak termakan,” katanya.
Ia menambahkan, makanan yang tidak termakan berpotensi menjadi sampah apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, menurutnya, pencegahan food waste dapat dilakukan sejak tahap perencanaan menu hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh siswa.
Ia menilai, edukasi dari dinas maupun pihak yang berkompeten juga diperlukan agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih baik. Endang juga mengingatkan bahwa persoalan food waste merupakan bagian dari tantangan pengelolaan sampah yang lebih luas. Makanan yang terbuang tidak hanya menambah timbulan sampah, tetapi juga menunjukkan adanya sumber daya pangan yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan secukupnya perlu terus dibangun di tengah masyarakat.
“Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tekanan, kita perlu menghargai makanan dan menghindari kebiasaan membuangnya. Ini juga harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia berharap kesadaran mengurangi sampah makanan dan penggunaan kemasan sekali pakai dapat diterapkan secara bertahap oleh seluruh pihak. Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan bagian yang dapat berjalan beriringan dengan pelaksanaan program MBG.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....