Studi Banding, Pendidikan Sains Tebuireng Jadi Rujukan Ponpes Ar-Risalah Ciamis
- 19 Sep 2026 18:57 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Sistem pendidikan berbasis sains yang dikembangkan Pesantren Tebuireng menjadi rujukan Pondok Pesantren Ar-Risalah Ciamis dalam menyiapkan pengembangan pendidikan di lembaganya. Rencana tersebut dipelajari melalui studi banding untuk melihat penerapan pendidikan yang memadukan pembelajaran sains dengan nilai-nilai keislaman.
Rombongan Pondok Pesantren Ar-Risalah Ciamis mengunjungi Pesantren Tebuireng pada Sabtu, 19 September 2026. Kunjungan tersebut dipimpin Sekretaris Yayasan Ar-Risalah, Mu’jiz Ridwan, MM, bersama sejumlah guru dan kepala sekolah dari unit pendidikan di bawah naungan yayasan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mempelajari pengelolaan unit pendidikan sains yang dikembangkan Pesantren Tebuireng, mulai dari SMA Trensains, SMP Sains, MTs Sains hingga MA Sains Salahuddin Wahid.
Mu’jiz Ridwan mengatakan, model pendidikan sains di Pesantren Tebuireng menjadi salah satu bahan pembelajaran bagi Ar-Risalah yang tengah menyiapkan pengembangan sistem pendidikan berbasis sains.
“Kami datang karena Ar-Risalah memiliki rencana membangun sistem pendidikan seperti yang sudah dikembangkan di Tebuireng. Salah satu gagasannya adalah mendirikan science center, sehingga kami ingin belajar langsung mengenai konsep dan penerapannya,” ujar Mu’jiz.
Saat ini, Pondok Pesantren Ar-Risalah memiliki sejumlah unit pendidikan, yakni SD Model Auladi, SDIT Asy-Syarifah, SMP Terpadu Ar-Risalah, dan SMA Terpadu Ar-Risalah. Menurut Mu’jiz, keterlibatan guru dan kepala sekolah dari masing-masing unit dalam studi banding tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pengelolaan pendidikan berbasis sains.
| Baca juga: Duta Besar Australia Ziarah ke Makam Gus Dur |
“Guru dan kepala sekolah dari unit-unit pendidikan yang ada ikut dalam rombongan. Kami berharap mereka dapat mempelajari sistem yang diterapkan Tebuireng untuk menjadi bahan pengembangan pendidikan di Ar-Risalah,” katanya.
Mu’jiz berharap hubungan tersebut dapat berlanjut dalam bentuk pembelajaran dan pengembangan kapasitas pendidikan secara berkelanjutan. “Harapan kami, kedatangan ini tidak hanya sebatas studi banding. Mudah-mudahan kami bisa belajar lebih jauh dan menjadi bagian dari proses keilmuan yang ada di Pesantren Tebuireng,” jelasnya.
Sementara itu, Mudir I Bidang Keuangan dan Umum Pesantren Tebuireng, Gus Ghofar, menjelaskan latar belakang pengembangan pendidikan sains di lingkungan Pesantren Tebuireng. Menurutnya, gagasan tersebut berawal dari pertemuan KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah dengan Dr. Agus Purwanto.
“Awalnya bermula dari pertemuan Gus Sholah dengan Dr. Agus Purwanto. Saat itu, Dr. Agus memiliki tulisan berjudul Ayat-Ayat Semesta. Dari pertemuan tersebut kemudian muncul keinginan untuk mendirikan sekolah sains. Dari gagasan itu kemudian berdiri unit pendidikan di Pesantren Tebuireng yang mempelajari Al-Qur’an sekaligus sains. Konsepnya adalah mempertemukan ilmu sains dengan ayat-ayat yang terdapat dalam Al-Qur’an,” ujarnya.
Gus Ghofar menyebut pendidikan sains menjadi salah satu karakter yang membedakan unit tersebut dengan unit pendidikan lain di Pesantren Tebuireng. Perbedaan tersebut juga tercermin dalam mekanisme seleksi calon santri.
“Pendidikan sains menjadi salah satu pembeda dengan unit lainnya. Karena itu, calon santri yang akan masuk harus mengikuti proses seleksi, termasuk tes dengan standar IQ minimal sekitar 110 hingga 120,” kata Gus Ghofar.
Studi banding tersebut menjadi bahan bagi Pondok Pesantren Ar-Risalah Ciamis untuk mempelajari lebih jauh pola pengembangan pendidikan sains. Pengalaman Pesantren Tebuireng selanjutnya dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun konsep pengembangan pendidikan di lingkungan Ar-Risalah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....