Harga Jeruk Nipis di Kediri Melonjak akibat Kemarau Panjang
- 17 Sep 2026 14:53 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Harga komoditas jeruk nipis melonjak tajam akibat kemarau panjang di Kediri Jawa Timur hingga membuat para pedagang dan konsumen mengeluh
- Pohon jeruk nipis milik petani lokal Kediri mengering dan tidak berbuah maksimal
RRI.CO.ID, Kediri - Dampak kemarau panjang yang melanda wilayah Provinsi Jawa Timur kian memukul sektor pangan di tingkat hilir. Di sejumlah pasar tradisional Kabupaten dan Kota Kediri, harga komoditas jeruk nipis melonjak tajam hingga membuat para pedagang dan konsumen mengeluh.
Lonjakan harga terpantau terjadi secara bertahap sejak satu bulan terakhir akibat pohon jeruk nipis milik petani lokal mengering dan tidak berbuah maksimal. Kondisi ini tentu memicu hukum pasar di mana pasokan yang menyusut drastis langsung berbanding terbalik dengan tingginya permintaan.
“Yang biasanya saya jual Rp 12.000 per kilogramnya, sekarang saya jualnya bijian. Tiga butir jeruk nipis saya jual Rp. 5.000. Kalau tidak disiasati begitu, jarang ada yang mau beli,” kata Susi Mursiah, pemilik kedai sayur mayur di Jalan Corekan Raya, Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Kamis, 17 September 2026.
Menurut perempuan yang juga menjual aneka buah-buahan segar ini, kenaikan jeruk nipis sebelumnya masih dalam batasan wajar yakni di kisaran Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per kilogramnya. “Sekarang di tempat pengecer harganya sudah Rp 33.000 bahkan Rp 35.000 per kilogramnya,” ujar Susi, sapaan akrabnya.
Tidak dipungkiri, minimnya pasokan akibat cuaca ekstrem memicu kelangkaan sejumlah komoditas dan turut mengubah peta dagang di pasar lokal. Tidak hanya konsumen, meroketnya harga modal hingga dua kali lipat lebih membuat pedagang bumbu dapur di sejumlah pasar tradisional maupun toko kelontong mulai memutar otak untuk bertahan.
Dampak dari sejumlah pedagang yang berhenti kulakan sementara akibat kelangkaan barang pun dirasakan oleh masyarakat, tanpa terkecuali pelaku usaha kuliner di Kediri. Pujiati, pemilik warung soto Lamongan di Kelurahan Bence, Kota Kediri, turut merasakan dampaknya karena makanan dan minuman yang ia jual bergantung pada jeruk nipis sebagai penyegar hidangan.
“Satu-satunya cara dengan mengurangi ukuran irisan jeruk nipis supaya lebih berhemat dan biaya produksi tidak terlalu membengkak. Bisa juga sebenarnya pakai alternatif cuka sebagai pengganti, tapi khawatir rasa asli sotonya berubah,” ucap Pujiati kepada RRI seraya berharap stabilitas harga pangan segera kembali normal, Kamis siang.
Di tengah kemarau panjang yang diperkirakan masih berlangsung di Kabupaten dan Kota Kediri, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret. Selain operasi pasar secara berkala, pemerintah diharapkan membantu subsidi distribusi logistik dari daerah yang pasokan buah dan sayurannya masih aman, sehingga harga di tingkat konsumen tetap terkendali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....