TPID Kediri Waspadai Kenaikan Harga Pangan di Bulan September
- 05 Sep 2026 22:15 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri mewaspadai potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pada bulan September 2026. Perhatian terutama diarahkan pada beras, telur ayam ras, dan daging ayam ras yang diperkirakan mengalami peningkatan permintaan masyarakat.
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris TPID Kota Kediri, Noviana Rachmawati, mengatakan kondisi pasokan dan sebagian besar harga kebutuhan pokok selama Agustus 2026 masih relatif stabil dan terkendali. Kondisi tersebut tetap terjaga meskipun momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia turut meningkatkan aktivitas serta kebutuhan masyarakat.
Menurut Noviana, TPID secara rutin melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok melalui pasar pantau. Pemantauan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi untuk membahas perkembangan harga sejumlah komoditas yang berpotensi memengaruhi inflasi.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian TPID adalah daging ayam ras. Harganya tercatat terus mengalami peningkatan selama Agustus. Selain itu, harga beras premium juga mulai menunjukkan indikator waspada sehingga perlu mendapatkan perhatian dalam pengendalian inflasi.
"Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi inflasi pada September, TPID menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 4-6 September 2026 di Halaman Balai Kota Kediri," ucapnya, Sabtu, 5 September 2026.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat inflasi pada Agustus 2026 sebesar 0,43 persen secara month-to-month (m-to-m). Sementara secara year-on-year (y-on-y), inflasi tercatat sebesar 3,28 persen.
Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, menyampaikan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok pengeluaran dengan andil inflasi m-to-m terbesar, yakni 0,39 persen. Daging ayam ras menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap inflasi, yaitu 0,30 persen.
Selain daging ayam ras, cabai rawit dan beras masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,05 persen. Sejumlah komoditas lain seperti taman kanak-kanak, pepaya, dan ongkos jahit masing-masing menyumbang 0,03 persen.
Di sisi lain, beberapa komoditas turut menahan laju inflasi. Angkutan udara memberikan andil deflasi terbesar sebesar -0,08 persen, diikuti bawang merah -0,07 persen dan bawang putih -0,03 persen. Sementara bensin dan tomat masing-masing memberikan andil deflasi sebesar -0,02 persen.
Memasuki September, BPS juga mengingatkan perlunya menjaga ketersediaan bahan pangan yang berpotensi mengalami peningkatan permintaan. Selain pangan, penyesuaian tarif BBM nonsubsidi juga perlu diantisipasi karena perubahan harga energi dapat berdampak pada harga komoditas lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....