Jangan Korbankan Akhirat Demi Kenikmatan Dunia Sesaat
- 11 Sep 2026 11:42 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Dalam menjalani kehidupan didunia jangan sampai kita mengorbankan kebahagiaan akhirat yang kekal demi kesenangan dan kenikmatan dunia yang penuh tipu daya dan kesesatan. Pada hakikatnya dunia dan akhirat harus seimbang sesuai apa yang sudah diajarkan untuk mencari bekal akhirat tanpa melupakan bagian nikmat dunia yang halal.
Kehidupan dunia merupakan tempat bagi manusia untuk beramal saleh, sedangkan akhirat merupakan tempat kehidupan yang abadi. Jika diukur dengan skala prioritas, kehidupan akhirat harus menjadi tujuan utama, dan kenikmatan dunia tidak boleh membuat manusia lalai dari kewajiban kita untuk beribadah kepada Allah SWT.
Dalam kesempatan Mimbar Agama Islam RRI Kediri, Kamis, 10 September 2026, Ustazah Eni Nur Afifah, S. Ag. selaku Penyuluh Agama Islam Kemenag Kabupaten Kediri menjelaskan ayat dari surat Al Imran ayat 185 yang memerintahkan umat muslim menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala karena kehidupan didunia hanya sementara.
“Kullu nafsin dzaa’iqatul mauut, wa innamaa tuwaffauna ujuurakum yaumal-qiyaamah, fa man zuhziha ‘anin-naari wa udkhilal-jannata fa qad faaz, wa mal-hayaatud dun-yaa illaa mataa’ul-ghuruur artinya setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian, dan sesungguhnya pada hari kamat sajalah diberikan dengan kesempurnaan balasan. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia telah beruntung. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. ” ujar Ustazah Eni.
Ia juga menyampaikan ayat tersebut mengingatkan kita bahwa dunia bukanlah tempat tinggal selamanya, dunia hanyalah tempat kita singgah, bekerja, mengumpulkan bekal untuk perjalanan menuju akhirat namun seringkali manusia terlena. Kita bekerja keras mencari harta, mengejar jabatan, popularitas, kesenangan dan berbagai kenikmatan dunia, semua itu tidak salah selama diperoleh dengan cara yang halal.
Dalam berusaha selama didunia jangan sampai kita lalai dari segala perintah Allah SWT. Menjadi permasalahan bagi kita adalah ketika kenikmatan dunia yang hanya sementara, membuat kita rela mengorbankan kebahagian akhirat yang kekal.
“Masih banyak orang yang meninggalkan salat demi pekerjaan, mengorbankan kejujuran demi mendapatkan keuntungan, mengambil harta dengan cara yang haram demi hidup mewah, melakukan maksiat demi kesenangan sesat masih banyak lagi yang lainnya.” ungkapnya.
Apa yang kita kejar didunia ini pada akhirnya akan kita tinggalkan, “Rumah yang kita bangun akan kita tinggalkan, kendaraan yang kita banggakan kita tinggalkan, harta yang kita kumpulkan kita tinggalkan, jabatan yang kita kejar kita tinggalkan, bahkan tubuh yang selama ini kita rawat saat itu kita tinggalkan kembali menjadi tanah. Hanya amal ibadah yang akan menemani kita. ” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....