Sejumlah Nama Mulai Dikaji untuk Pengurus PBNU Periode 2026-2031

  • 08 Sep 2026 18:56 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Sejumlah nama mulai dikaji untuk mengisi kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2026-2031, setelah KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU melalui Muktamar Ke-35 NU di Jombang. Penyusunan struktur kepengurusan kini masih berlangsung dan dilakukan secara bertahap.

Gus Kikin mengatakan, sejumlah tokoh telah dimintai kesediaannya untuk bergabung dalam kepengurusan PBNU. Beberapa di antaranya telah menyatakan kesiapannya untuk menerima amanah dalam struktur organisasi periode mendatang.

Salah satu nama yang telah disiapkan adalah H Gudfan Arif yang kembali diminta mengemban tugas sebagai Bendahara Umum PBNU. Sementara posisi lainnya masih dalam tahap pengkajian.

Menurut Gus Kikin, penyusunan kepengurusan tidak dilakukan secara terburu-buru. Setiap nama perlu dipertimbangkan dengan matang, termasuk melalui istikharah yang menjadi bagian dari tradisi Nahdlatul Ulama.

“Dalam menyusun kepengurusan PBNU, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah satunya adalah melakukan istikharah,” kata Gus Kikin, Selasa, 8 September 2026.

Ia menjelaskan, istikharah dilakukan untuk memperoleh petunjuk dalam menentukan sosok yang dinilai sesuai dengan kebutuhan organisasi. Selain memiliki kapasitas, calon pengurus diharapkan mampu memberikan manfaat bagi umat.

“Istikharah merupakan tradisi NU untuk memohon petunjuk, terutama dalam menentukan siapa yang tepat dan siapa yang nantinya bisa memberikan manfaat bagi umat ketika menjadi bagian dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Gus Kikin menilai pembentukan kepengurusan menjadi tahapan penting dalam memulai masa khidmat lima tahun ke depan. Struktur yang disusun nantinya akan menjadi bagian dari pelaksanaan amanah dan program PBNU periode 2026-2031.

Karena itu, proses pemilihan pengurus dilakukan dengan kehati-hatian agar orang-orang yang ditempatkan dalam struktur organisasi dapat menjalankan tugas secara efektif. Pertimbangan tersebut juga diperlukan agar kepengurusan mampu menjawab kebutuhan organisasi dan masyarakat.

“Kami memohon dukungan dari panjenengan semua. Kepengurusan PBNU akan segera kami susun agar roda organisasi dapat segera berjalan dan kami bisa berkhidmah kepada masyarakat,” ucap Gus Kikin.

Penyusunan kepengurusan menjadi salah satu tahapan yang perlu diselesaikan sebelum kepemimpinan PBNU Masa Khidmat 2026-2031 berjalan secara penuh. Gus Kikin memastikan proses tersebut dilakukan dengan memadukan pertimbangan organisasi dan tradisi spiritual NU dalam menentukan jajaran pengurus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....