Wujudkan Zero Waste, Aktivis Lingkungan Kediri Gelar Aksi Clean Up di Kali Bening

  • 06 Sep 2026 14:00 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Aktivis lingkungan di Kediri menggelar aksi clean up di kawasan Wisata Kali Bening, Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Minggu, 6 September 2026. Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan penerapan zero waste sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan kawasan dan sungai dari sampah.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Festival Milad ke-15 Yayasan Hijau Daun Mandiri yang berlangsung selama dua hari, sejak Sabtu malam, 5 September, hingga Minggu pagi, 6 September 2026. Sekitar 150 peserta dari berbagai komunitas di Kediri dan sejumlah daerah lain turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Ketua Yayasan Hijau Daun Mandiri, Endang Pertiwi, mengatakan kegiatan diawali dengan diskusi lingkungan yang membahas empat persoalan, yakni sampah, sungai, polusi, dan vegetasi. Menurut Endang, diskusi tersebut tidak hanya membahas persoalan lingkungan, tetapi juga mendorong peserta untuk mencari solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai pandangan disampaikan peserta berdasarkan persoalan lingkungan yang mereka temui di daerah masing-masing. Setelah diskusi, peserta melakukan aksi clean up di sekitar kawasan Kali Bening. Dari kegiatan tersebut, sekitar 30 kilogram sampah berhasil dikumpulkan.

Sampah yang ditemukan didominasi residu, sedangkan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi relatif lebih sedikit ditemukan. “Dari kegiatan clean up hari ini, kami mendapatkan sekitar 30 kilogram sampah. Sebagian besar yang kami ambil merupakan sampah residu, karena sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual sudah banyak diambil oleh pengumpul sampah untuk dijual kembali,” ujar Endang.

Kegiatan penanaman pohon di kawasan Wisata Kali Bening, Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri dalam rangkaian Festival Milad ke-15 Yayasan Hijau Daun Mandiri (Foto : RRI/Kusuma)

Selain melakukan pembersihan, peserta juga memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai. Edukasi dilakukan karena masih ditemukan pengunjung yang membuang sampah ke sungai, bahkan menggunakan sabun ketika mandi di aliran sungai.

Endang menjelaskan, Kali Bening dipilih karena kawasan tersebut masih memiliki lingkungan alami yang perlu dipertahankan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui perubahan perilaku.

“Kami ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa masih ada lokasi yang alami seperti Kali Bening. Namun, kawasan ini tetap membutuhkan kesadaran bersama agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan dan mulai bertanggung jawab mengelola sampahnya sendiri,” katanya.

Upaya menjaga kelestarian kawasan juga dilakukan melalui penanaman sekitar 100 pohon. Sejumlah jenis pohon yang ditanam antara lain trembesi, alpukat, kenanga, asam, dan kecubung. Sementara itu, penanaman pohon pinus akan dilakukan pada tahap berikutnya.

Kegiatan penanaman pohon di kawasan Wisata Kali Bening, Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri dalam rangkaian Festival Milad ke-15 Yayasan Hijau Daun Mandiri (Foto : RRI/Kusuma)

Peserta kegiatan, Havnizahral Tovixant, menilai gerakan bersama melalui komunitas menjadi salah satu langkah yang tepat untuk merespons persoalan lingkungan. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang bisa dilakukan setiap orang.

“Kita perlu melihat kondisi lingkungan secara dekat dan memulai perubahan dari hal-hal kecil. Tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan plastik merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan bersama,” ujar Havnizahral.

Ia menambahkan, kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun secara kolektif agar upaya tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan. Peserta diharapkan dapat membawa kebiasaan menjaga lingkungan ke keluarga, pertemanan, komunitas, dan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Camp Zero Waste di kawasan Wisata Kali Bening, Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri dalam rangkaian Festival Milad ke-15 Yayasan Hijau Daun Mandiri (Foto : RRI/Kusuma)

Sementara itu, Ketua Komunitas Jalak, Yudianto, yang turut menjaga kawasan Wisata Kali Bening, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap pesan mengenai kepedulian terhadap lingkungan dapat diteruskan kepada masyarakat dan mendorong semakin banyak pihak ikut menjaga kawasan sungai.

“Kami dari Komunitas Jalak selama ini berupaya menjaga lingkungan sungai, termasuk satwa yang hidup di dalamnya dan burung-burung yang ada di alam. Populasi burung saat ini mulai berkurang, sehingga kami juga mengintensifkan pelepasan burung dan ikan untuk menjaga populasi satwa,” kata Yudianto.

Camp Zero Waste di kawasan Wisata Kali Bening, Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri dalam rangkaian Festival Milad ke-15 Yayasan Hijau Daun Mandiri (Foto : RRI/Kusuma)

Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Hijau Daun Mandiri berharap penerapan prinsip zero waste dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Peserta juga diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat menularkan kebiasaan mengurangi dan mengelola sampah di lingkungan masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....