Gemarikan Jombang Perkuat Gizi Anak sejak Dini
- 19 Agt 2026 20:23 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang mendorong peningkatan konsumsi ikan sejak usia sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat gizi anak dan mendukung ketahanan pangan. Langkah tersebut dilakukan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) 2026 yang menyasar ratusan siswa sekolah dasar di Kecamatan Tembelang, Rabu, 19 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang tersebut berlangsung di dua lokasi, yakni SDN Mojokrapak 2 dan Balai Desa Kalikejambon yang diikuti siswa SDN Kalikejambon.
Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, mengatakan kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi perlu dibangun sejak dini. Menurutnya, keluarga dan sekolah menjadi lingkungan utama untuk mengenalkan pola makan sehat kepada anak.
“Pemenuhan gizi seimbang harus dimulai sejak anak-anak, terutama dari lingkungan rumah dan sekolah. Karena itu, kebiasaan makan ikan perlu terus dikenalkan kepada mereka,” ujar Yuliati.
Ia menilai keterbatasan wilayah laut bukan menjadi hambatan bagi masyarakat Jombang untuk mendapatkan ikan. Potensi perikanan air tawar di daerah tersebut cukup beragam, seperti lele, nila, gurami, dan bandeng.
“Jombang memang tidak memiliki wilayah laut, tetapi kita mempunyai sungai dan potensi budidaya perikanan darat. Berbagai jenis ikan seperti lele, nila, gurami, hingga bandeng mudah ditemukan,” jelasnya.
Yuliati menjelaskan ikan mengandung protein yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan anak. Kandungan Omega-3 juga dinilai penting bagi perkembangan otak, sehingga konsumsi ikan perlu menjadi bagian dari menu keluarga.
Ia meminta orang tua dan tenaga pendidik tidak berhenti mengenalkan ikan dalam bentuk olahan yang sama. Variasi menu dapat menjadi salah satu cara agar anak lebih tertarik mengonsumsi ikan.
“Ikan bisa diolah menjadi berbagai makanan yang disukai anak. Kalau tidak suka ikan dalam bentuk utuh, bisa dicoba dibuat nugget, dimsum, sempol, atau ikan krispi,” katanya.
Yuliati juga mengajak anak-anak untuk mencoba berbagai jenis olahan ikan sebelum menyatakan tidak menyukainya. Ia mendorong konsumsi ikan dilakukan secara rutin setidaknya dua kali dalam sepekan.
“Jangan mengatakan tidak suka sebelum mencicipinya. Mari kita biasakan makan ikan minimal dua kali seminggu. Ikan sehat, anak hebat, Jombang kuat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang Bambang Sriyadi mengatakan program Gemarikan 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konsumsi ikan sekaligus memperkuat pemenuhan gizi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Jombang Tahun 2026 dan mengacu pada kebijakan nasional mengenai peningkatan gizi masyarakat.
“Di masing-masing lokasi kegiatan, baik Balai Desa Kalikejambon maupun SDN Mojokrapak 2, kami menyalurkan masing-masing 450 kilogram ikan segar fillet. Bantuan tersebut dibagikan secara merata kepada 150 siswa di setiap lokasi,” jelas Bambang.
Ia menegaskan, kegiatan Gemarikan tidak diarahkan sekadar sebagai program pembagian ikan. Edukasi mengenai manfaat dan cara mengonsumsi ikan menjadi bagian penting agar kebiasaan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan kegiatan ini bukan hanya membagikan paket ikan, tetapi juga memberikan edukasi secara berkelanjutan agar konsumsi ikan menjadi bagian dari pola hidup sehat, dengan menu yang tetap lezat dan terjangkau,” ujarnya.
Kegiatan Gemarikan 2026 juga diisi dengan senam bersama, penyerahan bantuan ikan secara simbolis, serta makan bersama dengan menu olahan ikan lele. Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dengan antusias.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anak dan keluarga mengenai pentingnya konsumsi ikan, sekaligus mendukung upaya pencegahan masalah gizi dan penguatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Jombang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....