Lestarikan Bahasa Jawa, DPRD Kota Kediri Dorong Program Kamis Basa Jawa di Sekolah
- 16 Agt 2026 16:05 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Upaya melestarikan bahasa daerah di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan media sosial terus didorong di Kota Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Upaya melestarikan bahasa daerah di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan media sosial terus didorong di Kota Kediri. Bahasa Jawa dinilai perlu kembali dikuatkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Kediri sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar, Imam Wihdan Zarkasyi, saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum bertajuk 'Bahasa Daerah Lestari, Bangga Budaya Sendiri' di Balai Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri, pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 siswa-siswi dari berbagai SMA dan SMK negeri maupun swasta se-Kota Kediri. Selain memberikan edukasi, kegiatan ini menjadi ruang untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda agar tetap mengenal dan menggunakan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya.
Imam Wihdan Zarkasyi menyatakan, penggunaan bahasa Jawa tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan etika, tata krama, dan karakter masyarakat Kediri.
"Bahasa daerah merupakan bagian dari identitas kita. Karena itu, jangan sampai generasi muda justru merasa malu atau enggan menggunakan bahasa Jawa. Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama menjaga agar bahasa ibu ini tetap hidup dan digunakan," ujar Imam.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan masifnya budaya populer melalui media sosial menjadi tantangan tersendiri dalam pelestarian bahasa daerah. Karena itu, DPRD Kota Kediri siap memberikan dukungan melalui regulasi maupun penganggaran untuk program-program yang berkaitan dengan pelestarian budaya lokal.
Sementara itu, akademisi UIN Syekh Wasil Kediri, Dr. Prilani, M.Si., menilai generasi muda membutuhkan ruang yang kreatif agar bahasa Jawa tidak dianggap sebagai sesuatu yang kuno. Menurutnya, komunitas anak muda dapat menjadi salah satu sarana untuk membuat bahasa daerah lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.
"Anak-anak muda perlu diberikan apresiasi dan motivasi agar tidak canggung menggunakan bahasa Jawa. Bahasa daerah juga bisa dikemas secara kreatif melalui komunitas maupun berbagai platform yang dekat dengan kehidupan mereka," kata Prilani.
Dari kalangan pendidikan, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri sekaligus guru SMKN 2 Kediri, Sutimah, S.Pd. mengusulkan, penerapan satu hari khusus berbahasa Jawa di lingkungan sekolah. Program tersebut dapat diberlakukan seperti konsep English Day yang selama ini telah diterapkan di sejumlah sekolah.
Sutimah mendorong, Kamis Basa Jawa, yakni satu hari dalam sepekan ketika siswa dan tenaga pendidik didorong menggunakan bahasa Jawa dalam berkomunikasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan penggunaan bahasa daerah di kalangan pelajar.
"Kalau English Day bisa diterapkan untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing, kami juga berharap ada satu hari khusus untuk menggunakan bahasa Jawa. Misalnya Kamis Basa Jawa, sehingga anak-anak terbiasa menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono. Ia menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti penguatan penggunaan bahasa daerah melalui kurikulum maupun pembiasaan di lingkungan sekolah.
Sinergi antara DPRD, Dinas Pendidikan, akademisi, dan praktisi pendidikan diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang mampu menjaga keberadaan bahasa Jawa di tengah perubahan zaman. Upaya tersebut sekaligus diharapkan membentuk generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga tetap memahami akar budaya daerahnya.
Dengan demikian, semangat 'Bahasa Daerah Lestari, Bangga Budaya Sendiri' diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga bahasa Jawa sebagai bagian dari identitas masyarakat Kota Kediri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....