Berkah Muktamar ke-35 NU Tambakberas bagi Pengemudi Ojek
- 31 Agt 2026 16:36 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, turut meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah pengemudi ojek yang mendapat tambahan penumpang selama ribuan muktamirin berada di lokasi.
Kondisi tersebut dimanfaatkan sejumlah pengemudi ojek dengan membuka layanan di sekitar arena Muktamar. Mereka melayani kebutuhan transportasi peserta yang datang dari berbagai daerah dan membutuhkan akses menuju sejumlah lokasi di sekitar pesantren.
Salah satunya Gufron, pengemudi ojek yang mangkal di kawasan Arena Muktamar NU ke-35 Tambakberas. Ia mengaku peningkatan jumlah penumpang selama pelaksanaan Muktamar memberikan tambahan pendapatan yang cukup berarti.
Menurut Gufron, dalam sehari pendapatannya dari mengantar penumpang Muktamar dapat mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000. Penghasilan tersebut diperolehnya di luar pendapatan sebagai pengemudi ojek daring.
“Alhamdulillah, adanya Muktamar ini bisa menambah pendapatan. Sehari bisa mendapatkan sekitar Rp200.000 sampai Rp300.000. Itu di luar pendapatan dari ojek online,” ujar Gufron, Senin, 31 Agustus 2026.
Gufron menyebut kesempatan tersebut tidak ingin dilewatkannya. Sejak hari pertama pelaksanaan Muktamar, 27 Agustus 2026, hingga agenda penutupan pada 31 Agustus, ia memilih tetap mangkal di sekitar arena Muktamar untuk melayani peserta.
“Ini juga bisa dibilang aji mumpung, berkah tambahan bagi orang-orang kecil seperti kami. Saya tidak mau melewatkan kesempatan. Makanya, sejak hari pertama tanggal 27 itu sampai hari ini penutupan tanggal 31, saya terus mangkal di area Muktamar,” katanya.
Menurutnya, sebagian besar penumpang yang menggunakan jasanya merupakan muktamirin atau pengunjung yang berasal dari luar Jombang. Kondisi tersebut membuat kebutuhan jasa transportasi di sekitar arena Muktamar meningkat dibandingkan hari biasa.
Namun, tingginya aktivitas penumpang juga menghadirkan tantangan tersendiri. Gufron mengaku beberapa kali harus berputar mencari lokasi tujuan karena penumpang yang diantarnya tidak mengetahui alamat secara detail.
“Kalau suka dukanya, paling kalau nyasar atau harus muter-muter dulu. Kadang penumpang atau muktamirin yang naik ojek tidak terlalu paham alamatnya karena rata-rata banyak yang dari luar Jombang. Ketika ditanya alamat detail, mereka kadang juga tidak tahu,” katanya.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan Gufron untuk terus memberikan layanan kepada para penumpang. Ia menilai aktivitas selama Muktamar secara umum berjalan lancar dan memberikan peluang tambahan penghasilan bagi pengemudi ojek di sekitar lokasi. “Cuma selebihnya alhamdulillah lancar,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....