Rekapitulasi AHWA NU Rampung, 9 Kiai Ditetapkan

  • 30 Agt 2026 21:19 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Rekapitulasi suara untuk menentukan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah rampung. Dari 34 nama calon yang memperoleh suara, sembilan kiai dengan perolehan tertinggi ditetapkan sebagai anggota AHWA, dalam lanjutan sidang pleno terakhir, Minggu, 30 Agustus 2026.

Proses tabulasi tersebut mencatat total 4.703 suara yang diberikan kepada 34 calon anggota AHWA. KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso menjadi peraih suara terbanyak dengan 485 suara.

Di posisi kedua terdapat TGK KH Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu dengan 477 suara. Selisih perolehan suara keduanya hanya delapan suara.

Sementara itu, AG Dr KH Baharuddin HS, MA menempati urutan ketiga dengan 392 suara. Posisi berikutnya ditempati KH Miftachul Akhyar dengan 350 suara dan KH Afifuddin Muhajir dengan 339 suara.

Tiga nama lainnya yang masuk sembilan besar yakni KH Anwar Iskandar dengan 326 suara, KH Anwar Manshur dari Lirboyo sebanyak 303 suara, serta Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj yang meraih 273 suara.

Adapun posisi kesembilan ditempati Dr. KH Abun Bunyamin, MA dengan perolehan 268 suara. Kesembilan nama tersebut selanjutnya menjalankan tugas sebagai anggota AHWA dalam rangkaian Muktamar NU ke-35.

Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menjelaskan sembilan anggota AHWA terpilih akan menjalankan persidangan secara tertutup untuk menentukan Rais ‘Aam.

Gus Ipul menegaskan, forum tersebut memiliki kewenangan untuk menentukan Rais ‘Aam tidak hanya dari sembilan anggota AHWA, tetapi juga dapat memilih figur kiai lain di luar keanggotaan AHWA.

“Setelah terpilih, sembilan anggota AHWA akan bersidang secara tertutup untuk menetapkan Rais ‘Aam. Mereka mempunyai kewenangan penuh untuk memilih Rais ‘Aam, baik dari sembilan anggota AHWA maupun dari figur kiai lain di luar keanggotaan AHWA,” ujar Gus Ipul.

Penetapan sembilan anggota AHWA menjadi salah satu tahapan penting dalam Muktamar NU ke-35. Forum ini memiliki peran strategis dalam mekanisme pemilihan Rais ‘Aam PBNU sekaligus menentukan arah kepemimpinan organisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....