Husnudzon kepada Allah Kunci Hidup Tenang dan Bahagia

  • 09 Jul 2026 23:52 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Berprasangka baik atau husnudzon kepada Allah SWT menjadi salah satu kunci penting untuk meraih ketenangan hidup. Sikap tersebut diyakini mampu membuat seseorang lebih ikhlas menerima setiap ketentuan Allah, termasuk saat menghadapi ujian dan kesulitan.

Hal itu disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Mazro'atul Ulum, Plumpungrejo, Kandangan, Kabupaten Kediri, Ustaz Muhammad Arwani, S.Pd.I., dalam Kajian Mutiara Pagi RRI Kediri, Kamis 9 Juli 2026.

Menurut Ustaz Arwani, setiap manusia pasti pernah mengalami kekecewaan karena kenyataan tidak selalu sesuai dengan harapan. Namun, seorang muslim diajarkan untuk tetap meyakini bahwa setiap ketentuan Allah SWT pasti mengandung hikmah.

"Husnudzon kepada Allah sangat penting. Ketika kita menghadapi kondisi yang tidak sesuai harapan, yakinlah bahwa semua yang Allah tetapkan akan membawa hikmah, pelajaran, dan pengalaman yang membuat keimanan semakin kuat serta menghadirkan ketenangan hati," ujarnya.

Ia menjelaskan, sikap husnudzon memiliki landasan kuat dalam Al-Qur'an, salah satunya Surah Al-Hujurat ayat 12 yang mengingatkan orang beriman agar menjauhi prasangka buruk karena dapat menjerumuskan pada dosa.

Selain itu, Ustaz Arwani mengutip hadis qudsi yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim, "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku." Menurutnya, hadis tersebut menjadi pengingat agar setiap muslim selalu berbaik sangka kepada Allah dalam segala keadaan.

Ia menambahkan, mempelajari Al-Qur'an dan hadis akan membantu seseorang memahami bahwa seluruh perjalanan hidup telah menjadi ketetapan Allah SWT sejak manusia dilahirkan.

"Ketika memahami isi Al-Qur'an dan hadis, kita akan menyadari bahwa perjalanan hidup ini sudah ditetapkan Allah. Kehidupan di dunia adalah kesempatan untuk memperbanyak amal sebagai bekal menuju akhirat," katanya.

Ustaz Arwani juga mengingatkan agar seseorang tidak menjauh dari Allah saat menghadapi cobaan. Sebaliknya, ujian hidup harus menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

"Seburuk apa pun ujian yang dihadapi, jangan berprasangka buruk kepada Allah. Perbanyak ibadah, bersilaturahmi dengan ulama dan kiai sepuh agar hati menjadi lebih tenang dan mampu melihat setiap persoalan dengan lebih jernih," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....