Sekolah NU Akan Terima Layar Interaktif Pembelajaran
- 29 Agt 2026 01:22 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Sekolah-sekolah yang berada dalam naungan Nahdatul Ulama (NU) akan segera mendapatkan fasilitas layar interaktif panel untuk proses pembelajaran. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto, saat pembukaan Muktamar ke 35 Nahdatul Ulama di Jombang, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.
Presiden menyebut akan memberikan fasilitas yang sama dengan sekolah-sekolah negeri. Dukungan terhadap teknologi pendidikan nagi sekolah-sekolah di Indonesia, termasuk pesantren, menjadi salah satu program prioritas Presiden guna meningkatkan kualitas pendidik dan murid.
"Pesantren dan madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tapi juga ruang pembentukan karakter dan akhlak generasi bangsa. Walau terlambat, semua ruang kelas sekolah-sekolah NU akan segera menerima layar interaktif sama dengan semua sekolah negeri," kata Presiden.
Layar interaktif panel atau Interactive Flat Panel (IFP) adalah perangkat layar sentuh modern berukuran besar yang menggabungkan fungsi komputer, monitor, papan tulis digital, dan proyektor ke dalam satu unit all-in-one. Alat ini, tidak hanya menjadi perangkat pendukung, tetapi telah berperan sebagai media strategis dalam mendorong pembelajaran yang interaktif, visual, dan berpusat pada peserta didik.
Perangkat ini layaknya gawai pintar yang dilengkapi dengan koneksi internet dan ekosistem aplikasi. Layar Interaktif panel membantu guru memaparkan materi secara lebih jelas dan menarik, sekaligus meningkatkan keaktifan siswa. Integrasi teknologi ini dapat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesiapan siswa menghadapi asesmen berbasis digital.
Di sisi lain, dalam mendukung terwujudnya pendidikan yamg berkualitas, Kemenag juga telah membentuk Direktorat Jenderal Pesantren. Tugasnya adalah melayani dan membina pesantren yang ada di lingkungan Kementerian Agama. Termasuk kelak dalam penggunaan layar interaktif panel yang digagas Presiden.
Hadirnya Ditjen Pesantren, pemerintah menyediakan ruang kelembagaan yang lebih khusus untuk menangani kompleksitas pesantren. Sebab, pesantren bukan hanya soal lembaga pendidikan formal, di dalamnya terdapat tradisi keilmuan, dakwah, pendidikan nonformal, pemberdayaan masyarakat, sekaligus potensi ekonomi dan kemandirian umat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....