Sebanyak 165 Bibit Pohon Buah Ditanam di Lahan Wakaf Menjelang Muktamar NU

  • 25 Agt 2026 20:51 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Sebanyak 165 bibit pohon buah ditanam di lahan wakaf Kampus 3 Madrasah Muallimin Muallimat (MMA) Tambakberas, Jombang, menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Penanaman tersebut diarahkan untuk menambah ruang hijau sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan wakaf agar memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang Muhajir mengatakan penghijauan lahan wakaf merupakan bagian dari penguatan ekoteologi. Program tersebut menjadi salah satu upaya Kemenag untuk mendorong kepedulian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan.

“Penguatan ekoteologi menjadi salah satu program yang terus kami dorong. Kemenag ingin ikut berkontribusi menjaga bumi agar tetap hijau, asri, dan lestari,” ujar Muhajir, Selasa, 25 Agustus 2026.

Muhajir menjelaskan, gerakan penghijauan juga dikembangkan melalui sejumlah program lain, termasuk penanaman satu juta pohon matoa dan program “Satu Pernikahan Satu Pohon Lestari”. Program tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menambah tutupan hijau di Kabupaten Jombang.

Ia memperkirakan, jika setiap pasangan yang menikah menanam satu pohon dan jumlah pernikahan di Jombang mencapai sekitar 10 ribu dalam setahun, maka terdapat potensi penambahan sedikitnya 10 ribu pohon setiap tahun.

“Kegiatan di lahan wakaf ini merupakan bagian dari gerakan yang sudah berjalan. Kami sebelumnya juga menanam pohon di sejumlah lahan wakaf di beberapa kecamatan di Jombang,” jelasnya.

Muhajir berharap penghijauan di lahan wakaf tidak berhenti pada penanaman, tetapi dilanjutkan dengan perawatan sehingga tanaman dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Semakin banyak lahan yang dihijaukan, menurutnya, semakin besar pula kontribusi terhadap terciptanya lingkungan Jombang yang lebih teduh dan lestari.

Sementara itu, MMA Tambakberas, K.H. Imron Rosyadi Malik menyambut baik pemanfaatan lahan wakaf untuk penghijauan. Menurutnya, perhatian terhadap kawasan selama ini lebih banyak diarahkan pada pembangunan fisik, sehingga penanaman pohon memberikan manfaat tambahan bagi lingkungan pesantren.

“Selama ini kami banyak berkonsentrasi pada pembangunan fisik. Adanya penanaman pohon di lahan wakaf ini menjadi manfaat tambahan dan menjadi salah satu berkah menjelang Muktamar,” kata Imron.

Ketua I Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang K.H. M. Abdullah Rif’an juga mengapresiasi langkah Kemenag dalam memperhatikan aspek lingkungan di kawasan pesantren.

Ia menilai program penghijauan tersebut dapat berjalan beriringan dengan persiapan Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung di kawasan Tambakberas.

“Kami menyambut baik program ini dan mengapresiasi perhatian terhadap lingkungan. Penghijauan ini dapat berjalan berdampingan dengan berbagai persiapan Muktamar,” ujarnya.

Sebanyak 165 bibit pohon buah yang ditanam di lahan wakaf tersebut diharapkan dapat tumbuh menjadi bagian dari ruang hijau kawasan MMA Tambakberas. Selain memberikan manfaat ekologis, tanaman buah juga berpotensi meningkatkan nilai guna lahan wakaf bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....