ALTI Kediri Jaring Bibit Atlet Trail Run untuk Porprov 2027

  • 25 Agt 2026 13:59 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kota Kediri mulai menjaring bibit atlet trail running untuk dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Pemetaan potensi atlet dilakukan dengan menguji kemampuan pelari, khususnya kelompok usia muda, salah satunya melalui ajang Klotok Trail Run 2026 di Kawasan Gunung Klotok Kota Kediri.

Ketua ALTI Kota Kediri, Yuli Aristina Wati, mengatakan kategori Prestasi 23K menjadi salah satu fokus dalam proses penjaringan atlet. Kategori ini diperuntukkan bagi peserta berusia 12 hingga 18 tahun sehingga dapat menjadi dasar bagi ALTI untuk mengidentifikasi pelari muda yang memiliki potensi prestasi.

“Kami ingin mendapatkan atlet-atlet trail running dari Kota Kediri yang potensial untuk dibina. Harapannya, mereka nantinya mampu membawa nama Kota Kediri pada kompetisi tingkat provinsi,” ujar Yuli, Selasa, 25 Agustus 2026.

Menurut Yuli, trail running sebagai olahraga prestasi masih tergolong baru di tingkat nasional. Meski aktivitas lari lintas alam telah lama diminati sebagai hobi, pembinaannya sebagai cabang olahraga prestasi baru berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

“Kalau sebagai kegiatan hobi, trail run sudah cukup lama dikenal. Namun sebagai cabang olahraga prestasi di tingkat nasional, perkembangannya masih relatif baru,” kata Yuli.

Kota Kediri, lanjut Yuli, termasuk daerah yang relatif cepat membentuk kepengurusan ALTI. Kondisi tersebut menjadi modal untuk memperkuat pembinaan sekaligus memetakan pelari lokal yang berpotensi diarahkan ke jalur prestasi.

Penjaringan dilakukan melalui tiga kategori, yakni Fun Trail 8K, Umum 23K, dan Prestasi 23K. Kategori Fun Trail 8K ditujukan bagi masyarakat dan penghobi lari, sedangkan nomor 23K memberikan tantangan lebih berat karena membutuhkan daya tahan dan kemampuan beradaptasi dengan medan.

Karakter lintasan Gunung Klotok turut menjadi bagian dari pengujian kemampuan pelari. Medan alam menuntut peserta tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga mampu mengatur stamina, mempertahankan konsentrasi, dan menyesuaikan diri dengan kondisi lintasan.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri, Eko Agus Koko, menilai kompetisi dapat menjadi sarana untuk menemukan sekaligus mengukur kemampuan calon atlet. Ia berharap pembinaan trail running dapat menghasilkan atlet yang mampu bersaing pada Porprov Jawa Timur 2027.

“Kami berharap dari cabang trail running ini nantinya muncul atlet yang bisa memberikan kontribusi prestasi, termasuk peluang meraih medali untuk Kota Kediri di Porprov,” ujar Koko.

Koko juga mendorong agar kompetisi trail running digelar secara berkelanjutan. Menurutnya, semakin banyak kesempatan bertanding, semakin terbuka peluang untuk menemukan atlet potensial sekaligus meningkatkan pengalaman kompetitif mereka.

“Antusiasme pelari sudah cukup baik. Ini perlu menjadi dasar untuk terus mengembangkan pembinaan, sehingga trail running di Kota Kediri dapat memiliki jalur prestasi yang berkelanjutan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....