Puncak Kemarau, PMI Kabupaten Kediri Siaga Bantu Warga Atasi Krisis Air Bersih

  • 20 Agt 2026 12:27 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026, PMI Kabupaten Kediri meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis air bersih. Bantuan air bersih mulai disalurkan kepada warga terdampak kekeringan, salah satunya di Desa Ponggok, Kecamatan Mojo.

Kepala Markas PMI Kabupaten Kediri, Triatmono Wahyoe Supriadi, mengatakan, Agustus menjadi periode yang perlu diwaspadai karena berdasarkan informasi BMKG merupakan puncak musim kemarau dan berpotensi meningkatkan risiko kekeringan.

"Agustus ini sesuai informasi dari BMKG merupakan puncak musim kemarau dan juga periode yang perlu diwaspadai terhadap bencana kekeringan," ujar Tri saat ditemui RRI di kantornya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Tri menyebut, PMI telah melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah tersebut. "Di Kabupaten Kediri, yang mulai mengalami kondisi darurat kekeringan berada di Desa Ponggok, Kecamatan Mojo. Kami sudah melakukan operasional pengiriman air bersih menggunakan tangki," katanya.

Hasil asesmen menunjukkan kebutuhan air bersih warga di Desa Ponggok cukup tinggi. Dalam satu minggu, bantuan diperkirakan perlu dikirim sebanyak tiga kali untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

"Sesuai asesmen, kebutuhan di sana sekitar tiga kali pengiriman dalam seminggu. Sekali pengiriman membutuhkan dua sampai tiga rit, dengan kapasitas satu tangki sekitar 5.000 liter," ucap Tri.

Menurutnya, keterbatasan sumber air mulai dirasakan warga. Persediaan yang masih tersedia harus digunakan secara terbatas, terutama untuk memenuhi kebutuhan memasak, sementara kebutuhan air untuk mandi sudah tidak mencukupi.

“Kami sudah mulai melakukan dropping air bersih ke Desa Ponggok ini sejak tanggal 12 Agustus 2026 kemarin. Kami berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kediri untuk pengiriman atau dropping air bersih tersebut,” kata Tri.

Bantuan air bersih tersebut selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat berdasarkan wilayah permukiman. Pembagian dilakukan hingga tingkat dusun dan RT dengan mempertimbangkan kebutuhan warga.

"Untuk wilayah Ponggok, bantuan air bersih dibagi per dusun dan RT. Saat ini alokasi pengiriman dilakukan sekitar tiga kali dalam satu minggu," katanya.

Selain Desa Ponggok, sejumlah wilayah di Kabupaten Kediriyang selama ini masuk dalam kategori rawan kekeringan masih terpantau aman. Beberapa wilayah tersebut antara lain Desa Babadan dan Sempu di Kecamatan Ngancar, Desa Sepawon, Wonorejo dan Trisulo di Kecamatan Plosoklaten, serta Desa Bobang di Kecamatan Semen.

Sementara di Kecamatan Grogol, berada di Desa Kalipang. Kemudian di Kecamatan Kepung mencakup Desa Kebonrejo dan Besowo, sedangkan di Kecamatan Banyakan berada di Desa Manyaran. "Untuk wilayah-wilayah lain yang biasanya rawan kekeringan, sampai saat ini masih aman. Yang masuk kategori mulai darurat sementara ini masih Desa Ponggok di Kecamatan Mojo tadi. Mudah-mudahan yang lain tidak sampai mengalami krisis air bersih,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....