Pemprov Jatim Beri Afirmasi Pendidikan untuk Ratusan Murid di Jombang
- 28 Agt 2026 19:33 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan afirmasi pendidikan kepada 112 murid jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Jombang. Bantuan tersebut diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di SMKN 3 Jombang, pada Jumat, 28 Agustus 2026, sebagai dukungan bagi murid dari keluarga yang membutuhkan.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp112.000.000 dengan masing-masing murid menerima Rp1.000.000. Penerima bantuan terdiri atas 30 murid SLB, 26 murid SMA, dan 56 murid SMK. Selain bantuan biaya pendidikan, para penerima juga memperoleh sepasang sepatu.
Khofifah mengatakan program afirmasi tersebut ditujukan untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak menghambat anak dalam melanjutkan pendidikan. Menurutnya, pemerintah terus memperluas dukungan pendidikan agar persoalan biaya tidak menyebabkan murid berhenti sekolah.
“Kita keliling di banyak daerah karena ada sekitar 50.000 anak-anak SLB, SMA, dan SMK yang mendapatkan support beasiswa afirmasi. Satu murid mendapatkan Rp1 juta. Harapannya tidak ada anak-anak yang kemudian berhenti sekolah di tengah jalan,” kata Khofifah.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan pendidikan yang masih menjadi tanggungan keluarga. Dukungan pembiayaan juga diberikan melalui berbagai kebijakan pemerintah, termasuk bantuan operasional pendidikan bagi murid dari keluarga kurang mampu.
“Insha Allah dengan bantuan biaya ini bisa membantu meringankan kebutuhan pendidikan para murid. Termasuk dari bpopp bisa meringankan beban murid yg dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Khofifah menilai pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan akademik. Menurutnya, proses pendidikan juga harus memberi ruang bagi murid untuk mengembangkan keterampilan, karakter, kemandirian, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi, “Pendidikan harus menjadi jalan bagi setiap anak untuk tumbuh sesuai potensi yang dimilikinya,” ujarnya.
Ia mendorong satuan pendidikan di Jombang memperkuat pembelajaran yang dapat membekali murid menghadapi perubahan zaman. Sekolah diharapkan tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga kemampuan bekerja sama, berinovasi, menyelesaikan persoalan, serta mengembangkan potensi secara mandiri.
“Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, pendidikan harus mampu membekali anak-anak kita bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga keterampilan, karakter, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi,” ucapnya.
Di Kabupaten Jombang, terdapat 133 satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB. Jumlah tersebut terdiri atas 45 SMA, 72 SMK, dan 16 SLB. Dari lingkungan pendidikan tersebut, murid Jombang tercatat telah meraih 193 prestasi di tingkat nasional dan internasional. Sebanyak 69 prestasi diraih pada tingkat internasional, sedangkan 124 lainnya berada di tingkat nasional.
Khofifah juga mengingatkan murid berprestasi agar tidak berhenti mengembangkan kemampuan setelah memperoleh penghargaan. Prestasi yang sudah diraih diharapkan menjadi pemicu untuk terus belajar dan mencapai hasil yang lebih tinggi. Sementara kepada seluruh murid, Khofifah berpesan agar terus belajar dan berani memiliki cita-cita besar. “Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, dan prestasi bukan alasan untuk cepat berpuas diri,” katanya.
Pemprov Jawa Timur, lanjut Khofifah, akan terus mendorong pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Upaya tersebut diarahkan agar setiap anak memperoleh kesempatan yang setara untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan masa depan.
“Pemprov Jatim akan terus mendorong pendidikan yang berkualitas dan inklusif serta membuka kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk tumbuh menjadi generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan sembako kepada orang tua murid penerima afirmasi. Sembako dan santunan turut diberikan kepada petugas kebersihan serta penjaga sekolah SMKN 3 Jombang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....