HUT RI 81, Pakelan Kediri Kembangkan Wisata Budaya lewat Kolaborasi Seni

  • 19 Agt 2026 17:37 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Kelurahan Pakelan, Kecamatan Kota, Kota Kediri, memanfaatkan momentum HUT ke-81 RI untuk memperkuat potensi wisata budaya melalui kolaborasi kesenian jaranan dan barongsai. Pengembangan tersebut diarahkan tidak hanya untuk melestarikan seni lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif dan memperkenalkan keberagaman budaya yang menjadi karakter kawasan Pakelan.

Camat Kota Kediri Agus Suharyanto mengatakan, Pakelan memiliki potensi yang kuat untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata karena telah ditetapkan sebagai kawasan heritage dan cagar budaya oleh Pemerintah Kota Kediri. Potensi sejarah tersebut dinilai dapat dipadukan dengan aktivitas seni dan ekonomi kreatif masyarakat.

Menurut Agus, pengembangan kawasan heritage perlu melibatkan masyarakat agar pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan aktivitas ekonomi. Kesenian lokal menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat daya tarik kawasan.

“Pakelan memiliki status sebagai kawasan heritage dan cagar budaya. Karena itu, pengembangannya perlu diarahkan pada pelestarian budaya sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi kreatif masyarakat,” ujar Agus, Rabu, 19 Agustus 2026.

Pemerintah Kecamatan Kota Kediri juga tengah mengidentifikasi sejumlah kawasan yang memiliki potensi sejarah dan budaya untuk dikembangkan sebagai bagian dari tujuan wisata. Pakelan menjadi salah satu wilayah yang dinilai memiliki keterkaitan dengan sejumlah kawasan dan destinasi di sekitarnya.

Agus mengatakan, pengembangan wisata budaya dapat dilakukan dengan menghadirkan pertunjukan seni secara berkala. Kesenian yang tumbuh di masyarakat diharapkan tidak hanya tampil pada momentum tertentu, tetapi dapat menjadi daya tarik yang dinikmati masyarakat maupun wisatawan.

“Sejumlah kawasan yang memiliki potensi wisata sedang kami petakan, termasuk Pakelan dan wilayah di sekitarnya. Kesenian yang ada juga dapat dikembangkan dan ditampilkan secara berkala sehingga menjadi bagian dari daya tarik wisata,” katanya.

Di sisi lain, keberagaman kesenian menjadi salah satu kekuatan Kelurahan Pakelan. Jaranan, barongsai, dan paduan suara merupakan sejumlah potensi seni yang berkembang di tengah masyarakat. Keberagaman tersebut sekaligus mencerminkan interaksi budaya yang berlangsung di kawasan tersebut.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Pakelan Sundariyani mengatakan, kolaborasi jaranan dan barongsai sengaja dikembangkan untuk mempertemukan unsur budaya Jawa dan Tionghoa yang hidup di lingkungan masyarakat. Menurutnya, perpaduan tersebut menjadi gambaran keberagaman sekaligus bentuk pelestarian seni budaya lokal.

“Jaranan dan barongsai kami padukan untuk menunjukkan keberagaman budaya Jawa dan Tionghoa yang ada di Pakelan. Kolaborasi ini juga kami arahkan untuk mendukung pengembangan potensi wisata di wilayah kelurahan,” kata Sundariyani.

Kolaborasi tersebut melibatkan anak-anak dari lingkungan Kelurahan Pakelan yang menjalani persiapan sekitar dua minggu. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kesenian sekaligus memastikan adanya regenerasi pelaku seni di tingkat lokal.

Selain menjaga keberadaan kesenian lokal, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkenalkan Pakelan sebagai kawasan yang memiliki kekayaan budaya dan berpotensi dikembangkan sebagai tujuan wisata di Kota Kediri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....