Khawatir Kulit Menghitam, Minat Pelajar Ikut Paskibraka Masih Jadi Tantangan
- 17 Agt 2026 17:17 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Kekhawatiran terhadap perubahan warna kulit menjadi salah satu tantangan dalam rekrutmen anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka di Kabupaten Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Kekhawatiran terhadap perubahan warna kulit menjadi salah satu tantangan dalam rekrutmen anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka di Kabupaten Kediri. Kondisi itu disebut menjadi salah satu pertimbangan sebagian pelajar maupun orang tua untuk mengikuti seleksi Paskibraka.
Padahal, menjadi bagian dari Paskibraka membutuhkan kesiapan mental, fisik, kedisiplinan, serta tanggung jawab.
Hal itu disampaikan Pelatih Anggota Paskibraka dari Kodim 0809/Kediri, Peltu Tri Yudha, usai pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
"Bagi calon anggota Paskibraka, yang paling penting adalah kesiapan mental dan fisik. Jangan sampai persoalan perubahan warna kulit menjadi alasan untuk mengurungkan niat mengikuti seleksi. Justru kesempatan menjadi Paskibraka merupakan pengalaman dan kebanggaan tersendiri," ujar Tri Yudha.
Ia berharap, pada rekrutmen Paskibraka tahun 2027, semakin banyak pelajar yang berani mengikuti seleksi. Selain memiliki mental yang kuat dan fisik yang tangguh, calon peserta juga harus mampu memenuhi persyaratan lain, termasuk tinggi badan, kedisiplinan, serta kemampuan intelektual.
"Yang kami harapkan tentu calon-calon Paskibraka tahun depan lebih siap, dan tidak manja. Mereka harus punya mental baja, fisik yang tangguh, disiplin, dan mampu mengikuti seluruh tahapan seleksi maupun latihan," katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Kediri, Yuli Marwantoko. Ia mengakui proses pencarian calon anggota Paskibraka masih menghadapi tantangan, salah satunya minimnya antusiasme sebagian pelajar.
"Memang kami masih menemukan kendala dalam mencari calon anggota Paskibraka. Salah satunya ada kekhawatiran dari orang tua karena anaknya akan banyak beraktivitas di lapangan selama latihan, sehingga kulitnya bisa berubah atau menjadi belang," ujar Yuli.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi agar proses sosialisasi dan rekrutmen Paskibraka ke depan dapat dilakukan lebih maksimal. Pelajar dan orang tua perlu mendapatkan pemahaman bahwa menjadi anggota Paskibraka tidak hanya berkaitan dengan kegiatan upacara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.
"Kami berharap tahun depan antusiasme pelajar semakin tinggi. Menjadi Paskibraka bukan hanya soal mengibarkan bendera, tetapi juga bagaimana membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, dan rasa cinta terhadap bangsa," katanya.
Sebelumnya, dalam Upacara Bendera Peringatan HUT ke-81 RI di Stadion Canda Bhirawa Pare, Kabupaten Kediri, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kemerdekaan.
"Semangat tersebut diwujudkan dengan bersama-sama menjaga persatuan, berkontribusi dalam pembangunan, serta mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur," kata Mas Dhito.
Pesan tersebut juga menjadi dorongan bagi generasi muda Kabupaten Kediri untuk berani mengambil peran dalam berbagai kegiatan kebangsaan, termasuk menjadi bagian dari Paskibraka pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....