Ekonomi Melemah, Kampung Inggris KediriTetap Diminati Masyarakat Menambah Skill

  • 22 Jun 2026 15:05 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.Id, Kediri – Di tengah kondisi pelemahan ekonomi yang dirasakan sejumlah sektor, Kampung Inggris di Kabupaten Kediri tetap menjadi tujuan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan (skill) bahasa Inggris. Kebutuhan akan peningkatan skill, khususnya bahasa Inggris, menjadi salah satu alasan utama masyarakat tetap datang meskipun kondisi ekonomi tidak sepenuhnya stabil.

Pimpinan LKP Kampung Inggris Language Center (KILC), Kabupaten Kediri, Abdul Wasik, Senin, 22 Juni 2026 menyampaikan minat masyarakat untuk belajar bahasa Inggris masih cukup tinggi. Bahkan, Kampung Inggris tetap ramai dikunjungi oleh pelajar dari berbagai daerah pada momen libur sekolah.

“Mereka yang kesini kan benar-benar ingin memanfaatkan hari liburnya untuk peningkatan belajar bahasa Inggrisnya. Maka cocok banget kalau di Kampung Inggris karena full sehari, pagi sampai malam, sehingga waktu nggak sia-sia dan paling banyak mereka ngambil yang dua Minggu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan meski terdapat banyak cabang KILC di beberapa darerah, namun siswa tetap memilih untuk datang langsung ke Kampung Inggris yang ada di Kecamatan Pare. Karena mayoritas mereka menginginkan suasana (vibes) yang baru, bersama ribuan siswa yang memperdalam skill bahasa Inggris di ratusan lembaga yang ada.

Salah satu siswa LKP KILC asal Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Refi Descastillo, mengatakan skill bahasa inggris pada era sekarang sangat penting untuk mendukung pembelajaran maupun pekerjaan. Dirinya mengikuti kursus bahasa Inggris di Kediri selama enam bulan, untuk penambahan skill dalam persiapan melamar pekerjaan.

“Saya sadar bahasa Inggris itu penting banget di zaman sekarang, makanya saya milih langsung ke Kampung Inggris di Kediri ini. Saya juga tahu kalau KILC itu ada di Bekasi, banyak cabangnya dimana-mana, cuma saya mau yang benar-benar 24 jam itu tentang Inggris semua,” ucapnya.

Abdul Wasik menambahkan saat ini KILC memiliki assessment (penilaian) yang lebih kuat, sehingga siswa yang sudah pernah datang tidak mengulangi lagi materi kurikulum. Mereka langsung melanjutkan, agar siswa tidak mengalami kebosanan, namun tetap mengikuti placement test untuk menguji kemampuan dan pemahaman bahasa Inggris.

Untuk menjaga kunjungan siswa belajar tetap stabil, pihaknya mengoptimalkan tools maupun teknik marketing terbaru di tengah perkembangan digitalisasi. Sehingga Kampung Inggris tetap memiliki daya tarik sebagai pusat pembelajaran, sekaligus menjadi pilihan masyarakat dalam meningkatkan keterampilan di tengah tantangan ekonomi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....