CFD Kediri Meriah, Siswa Tampilkan Jaranan dan Karate

  • 24 Mei 2026 17:39 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Atraksi jaranan yang ditampilkan siswa-siswi SMPK Mardi Wiyata Kediri sukses mencuri perhatian masyarakat saat Car Free Day (CFD) di Jalan Dhoho Kota Kediri, Minggu 24 Mei 2026. Di tengah ramainya warga yang berolahraga dan bersantai bersama keluarga, penampilan seni tradisional hingga karate dari para pelajar itu menghadirkan warna tersendiri di pusat kota.

Waka Humas SMPK Mardi Wiyata Kediri, Agnes Diah Trihutaminingsih mengatakan kegiatan tersebut menjadi upaya sekolah mengenalkan sekaligus melestarikan budaya lokal kepada generasi muda. Menurutnya, kesenian jaranan perlu terus dihidupkan agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman modern.

“Kami ingin mengangkat kesenian jaranan ini benar-benar ada dalam kehidupan nyata dan disukai masyarakat, khususnya anak-anak usia dini. Kami khawatir kalau tidak dilestarikan nanti bisa hilang,” ujarnya.

Selain jaranan, para siswa juga menampilkan tari tradisional, tari modern hingga karate. Agnes menilai seni bela diri seperti karate dan pencak silat juga memiliki akar budaya yang perlu dikenalkan kepada generasi muda.

Sementara itu, Kepala SMPK Mardi Wiyata Kediri, Fr. Agustinus menjelaskan keterlibatan siswa dalam CFD sekaligus menjadi sarana memperkenalkan program unggulan sekolah kepada masyarakat. Di antaranya examen batin, training leadership, MC, Kampung Inggris Mardiwiyata, Kampung Mandarin Mardiwiyata hingga program jurnalistik.

“Tujuannya menyiapkan anak-anak menjawab tantangan abad ke-21 dan mempersiapkan masa depan mereka. SMP Katolik Mardiwiyata ingin menjadi laboratorium kehidupan untuk membangun keberanian dan rasa percaya diri anak tampil di ruang publik,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan di CFD diharapkan mampu menghadirkan wajah lain dunia pendidikan, sekaligus memperkuat kecintaan siswa terhadap budaya lokal Kediri agar tidak tergeser perkembangan zaman.

“Tarian lokal yang kami tampilkan sebagai upaya memperkenalkan budaya khas Kediri. Yang paling penting anak-anak belajar mencintai budaya lokal dan ikut menghidupkannya,” ucapnya.

Sekitar 12 siswa bersama sejumlah alumni dari ekstra teater dan sanggar seni turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Selain mengejar prestasi akademik, sekolah berharap para siswa terus mengembangkan bakat seni sekaligus menjaga kelestarian budaya tradisional di tengah era modern..

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....