HUT ke-81 RI, Warga Komitmen Merdeka dari Sampah

  • 14 Agt 2026 19:36 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan bagi warga Kampung MOZAIK RW 13 Kelurahan Simokerto, Kota Surabaya, untuk mengajak masyarakat membangun kebiasaan menjaga lingkungan
  • Sebagai bentuk apresiasi, warga yang dinilai tertib memilah sampah mendapatkan reward berupa telur dan minyak goreng

RRI.CO.ID, Kediri - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan bagi warga Kampung MOZAIK RW 13 Kelurahan Simokerto, Kota Surabaya, untuk mengajak masyarakat membangun kebiasaan menjaga lingkungan. Salah satunya melalui pemilahan sampah dari rumah.

Pesan tersebut disampaikan melalui gerakan pemilahan dan pengelolaan sampah yang dilakukan warga secara konsisten. Sebagai bentuk apresiasi, warga yang dinilai tertib memilah sampah mendapatkan reward berupa telur dan minyak goreng.

Adapun, pemberian reward dilakukan setelah pemantauan selama empat minggu, sejak Juli hingga Agustus 2026. Pemantauan dilakukan oleh Kader Surabaya Hebat (KSH) bersama Satgas Kali Tebu Lestari.

"Selama masa pemantauan, kami didorong untuk memilah sampah rumah tangga menjadi tiga jenis, yakni sampah organik, sampah daur ulang, dan sampah residu," kata salah seorang warga RW 13 Simokerto Surabaya, Wati, pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Tidak berhenti pada pemilahan, setiap jenis sampah juga dikelola sesuai kategorinya. Sampah organik dimasukkan secara rutin ke fasilitas pengomposan yang tersedia di lingkungan, seperti sumur kompos, tong komposter, dan Lahsamor.

Sementara sampah daur ulang, seperti botol plastik, kardus, kertas, dan material lain yang masih memiliki nilai, dikumpulkan untuk disetorkan ke bank sampah. Adapun sampah residu ditempatkan di tong sampah untuk selanjutnya diangkut.

Wati mengatakan, kebiasaan memilah sampah awalnya membutuhkan pembiasaan. Namun, setelah dilakukan secara rutin, kegiatan tersebut perlahan menjadi bagian dari aktivitas rumah tangga.

"Awalnya memang perlu membiasakan diri untuk memisahkan sampah, tapi lama-lama jadi kebiasaan. Sekarang kalau ada sampah organik langsung kami pisahkan untuk dimasukkan ke komposter, sementara botol, kardus, dan sampah yang masih bernilai dikumpulkan untuk bank sampa" kata Wati.

Menurutnya, pemberian reward juga membuat warga merasa upaya kecil yang dilakukan setiap hari mendapat penghargaan.

"Adanya reward ini membuat kami merasa usaha kecil yang dilakukan setiap hari ternyata dihargai," katanya.

Kader Surabaya Hebat (KSH) RW 13 Simokerto, Gianik menjelaskan, pemantauan selama empat minggu tidak hanya melihat kepatuhan warga dalam memilah sampah. Petugas juga memastikan sampah yang telah dipilah benar-benar dikelola melalui jalur yang tepat.

"Selama empat minggu kami bersama Satgas Kali Tebu Lestari rutin memantau dan mencatat pemilahan sampah warga. Kami melihat sudah banyak warga yang mulai tertib memilah menjadi organik, daur ulang, dan residu," jelas Gianik.

Ia berharap, kebiasaan tersebut tetap dilanjutkan meskipun masa pemantauan dan pemberian reward telah selesai.

"Harapannya kebiasaan ini terus berjalan meskipun masa pemantauan dan pemberian reward sudah selesai, sehingga sampah yang dibuang ke TPS semakin sedikit," lanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....