Bakesbangpol Kediri Pakai Formula Khusus Gembleng Paskibra Gen Z

  • 13 Agt 2026 16:15 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Karantina pemusatan pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) Paskibraka Kabupaten Kediri tahun 2026 menghadirkan pendekatan yang berbeda dalam menggembleng jajaran anggotanya. Menghadapi dinamika generasi muda saat ini (Gen Z), Bakesbangpol Kabupaten Kediri bersama jajaran pelatih gabungan TNI, Polri, dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) merancang metode pembinaan adaptif yang memadukan kedisiplinan militer dengan pendekatan emosional.

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa (IWKKB) Bakesbangpol Kabupaten Kediri, Nugroho Hery Prastowo, memaparkan bahwa pola gemblengan fisik secara keras seperti tahun-tahun lalu tidak lagi efektif diterapkan pada peserta Gen Z. Oleh karena itu, tim pelatih menerapkan formula seimbang antara materi pelatihan fisik PBB dan pengasuhan mental.

"Hambatan kita saat ini adalah menghadapi Gen Z, anak-anak muda ini kalau ditekan keras secara terus-menerus tidak bisa. Jadi kami bersama pelatih dari TNI dan Polri harus memberikan formula khusus, ada saatnya latihan kita tekan dan kerasi, tapi harus diimbangi dengan bonding dan pengasuhan dari senior PPI. Kalau tidak seimbang, pustiklatnya tidak akan berjalan," kata Nugroho.

Ia memamparkan terkait sistem pelatihan harian dibagi menjadi dua porsi utama, yakni latihan fisik Peraturan Baris-Berbaris (PBB) serta pengibaran bendera pada pagi hingga sore hari oleh TNI-Polri, yang dilanjutkan dengan porsi pengasuhan karakter pada malam hari oleh senior PPI. Pembinaan malam tersebut diisi dengan penanaman wawasan kebangsaan, nilai bela negara, serta pembentukan jiwa korsa.

Nugroho menegaskan bahwa esensi utama dari Paskibraka sebenarnya jauh melebihi sekadar pasukan pengibar bendera di lapangan. Wadah ini dirancang khusus sebagai kawah candradimuka pendidikan karakter guna membentuk jiwa kepemimpinan serta rasa nasionalisme yang kokoh bagi generasi muda penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

"Masyarakat selama ini tahunya Paskibra cuma latihan PBB dan pengibaran bendera, padahal ini adalah media pendidikan karakter. Melalui prinsip jiwa korsa di mana 'satu salah, semua salah', kami menanamkan rasa kebersamaan, kehati-hatian, dan bonding yang kuat antarpeserta agar mereka menjadi calon-calon pemimipim di masa depan," ujar Nugroho saat dialog bersama RRI, Kamis, 13 Agustus 2026.

Kesiapan fisik dan mental ke-75 anggota Paskibraka juga dijaga secara ketat melalui pemantauan asupan gizi, obatan-obatan, serta evaluasi rekaman drone hasil latihan setiap harinya. Setelah menjalani masa karantina penuh selama 12 hari di Pare, seluruh anggota telah dikukuhkan secara resmi oleh Bupati Kediri di Pendopo Panjalu Jayati.

Tugas ke-75 pemuda-pemudi ini tidak berhenti usai pengibaran dan penurunan bendera pada HUT Ke-81 RI tanggal 17 Agustus 2026 saja. Mereka akan terus mendapatkan pembinaan berkelanjutan selama satu tahun penuh hingga Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2027 di bawah naungan PPI dan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....