Empat Hektar Lahan Tebu HGU Sumber Lembu Kediri Terbakar

  • 11 Agt 2026 17:03 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Kebakaran lahan tebu kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Kebakaran lahan tebu kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kediri. Kondisi ini tampak di lahan tebu milik HGU Sumber Lembu di Dusun Kutukan, Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar terbakar pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kebakaran diketahui pertama kali sekitar pukul 17.56 WIB oleh Satpam HGU Sumber Lembu yang sedang melakukan patroli dan penutupan portal. "Melihat api sudah membesar, satpam segera meminta bantuan ke petugas Damkar," kata PLT Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, dalam keterangannya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Laporan tersebut, ungkap Kaleb, kemudian diteruskan ke Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih. Tim langsung berangkat menuju lokasi pada pukul 18.00 WIB dan tiba di lokasi pukul 18.27 WIB.

"Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas baru berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 22.15 WIB. Pemadaman dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur yang berlaku," katanya.

Dalam operasi ini, jelasnya, petugas mengerahkan 1 unit armada Pos Ngadiluwih dengan kapasitas 2500 liter nopol AG 8240 GP dan 1 unit armada dari Pos Pare. Sebanyak 9 personil diterjunkan untuk memadamkan api.

"Penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui. Berdasarkan keterangan di lapangan, kondisi lahan tebu saat kejadian dalam keadaan kosong dan tidak ada aktivitas warga," katanya.

Akibat kebakaran tersebut, sekitar 4 hektar lahan tebu hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 105 juta. Sementara, lahan yang berhasil diselamatkan ditaksir senilai sekitar Rp 60 juta.

Kaleb juga memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Bahkan, korban luka pun terlihat nihil.

"Luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia nihil. Api sudah berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi sudah aman," kata Kaleb.

Pihak HGU Sumber Lembu bersama aparat desa setempat juga telah melakukan pengecekan di lokasi pasca pemadaman. Mereka mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di musim kemarau.

Warga Kabupaten Kediri, Arya mengemukakan, pihaknya sangat prihatin dengan kejadian kebakaran lahan tersebut.

"Musim kemarau seperti ini rawan kebakaran. Seharusnya ada patroli rutin dan edukasi ke warga agar tidak membakar sembarangan. Sangat disayangkan sekali lahannya sampai 4 hektar terbakar," kata Arya.

Peristiwa ini, juga menjadi pengingat bagi masyarakat dan pengelola lahan di Kabupaten Kediri untuk meningkatkan kewaspadaan. Pihak Damkar pun mengimbau warga segera melapor jika melihat titik api agar dapat segera ditangani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....