Wisata Kali Bening Kediri Jadi Spot Favorit Warga di Akhir Pekan

  • 06 Sep 2026 14:32 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Kawasan Wisata Kali Bening di Dusun Sindurejo, Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu, khususnya pada akhir pekan. Kawasan di sekitar aliran sungai ini menawarkan suasana hijau dan alami yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Minat masyarakat terlihat dari jumlah kunjungan yang meningkat pada akhir pekan. Pada hari biasa, pengunjung berkisar 100 orang per hari, sedangkan saat akhir pekan jumlahnya mencapai lebih dari 100 hingga sekitar 200 orang. Saat libur panjang atau long weekend, kunjungan bahkan dapat mendekati 600 orang.

Kondisi tersebut berkembang seiring perubahan kawasan Kali Bening yang sebelumnya gersang dan hanya dimanfaatkan warga untuk mencari pakan ternak. Kepedulian masyarakat kemudian mendorong upaya penghijauan dan pelestarian bantaran sungai, sekaligus menjaga keberadaan sumber air yang mengalir sepanjang tahun.

Kepala Dusun Sindurejo, Pulung Tursulawanto, mengatakan inisiatif tersebut bermula dari kesadaran warga untuk mengembalikan kondisi lingkungan yang sebelumnya tandus. Keberadaan aliran air yang tetap bersih dari kawasan hulu menjadi salah satu alasan masyarakat memilih mempertahankan dan menghijaukan kawasan tersebut.

“Awalnya ada kepedulian warga ketika melihat kawasan ini gersang dan tandus. Padahal, air yang berasal dari hulu tetap bersih. Dari situ muncul kesadaran untuk menghidupkan kembali kawasan bantaran sungai agar tetap terjaga,” ujar Pulung, saat ditemui RRI, Minggu, 6 September 2026.

Pulung menjelaskan, kegiatan pelestarian sempat terhenti saat pandemi COVID-19 dan kembali aktif pada 2022 hingga 2023. Dalam perkembangannya, masyarakat tidak bergerak sendiri, tetapi juga melibatkan komunitas lingkungan dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk Perum Jasa Tirta, PUPR Kabupaten Kediri, Dinas Pariwisata, serta pihak pengairan.

Selain itu, koordinasi dilakukan dengan pihak pemegang hak guna usaha atau HGU karena sebagian akses menuju kawasan berada di lahan yang dikelola melalui kerja sama sewa. Pengawasan terhadap lingkungan juga diperkuat untuk mencegah penebangan pohon secara liar yang sebelumnya masih terjadi di kawasan tersebut.

“Dulu masih banyak penebangan liar karena masyarakat cenderung melakukan pembiaran. Sekarang, jangankan menebang pohon, mengambil ranting sekalipun akan berurusan dengan komunitas penjaga di sini,” tutur Pulung.

Menurut Pulung, meningkatnya kunjungan juga memberikan manfaat bagi warga sekitar. Selain menjadi ruang rekreasi, penghijauan kawasan dinilai membantu menjaga sumber air dan memberikan manfaat ekologis bagi masyarakat. “Sekarang kawasan ini menjadi berkah bagi semuanya. Kami punya tempat untuk beristirahat dan menikmati lingkungan yang lebih hijau. Debit air juga semakin baik, sementara tanaman yang tumbuh memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, pengelolaan Kali Bening masih dilakukan secara swadaya oleh komunitas dan relawan peduli lingkungan serta sumber mata air. Pemerintah desa juga tengah menyiapkan pola pengelolaan agar aktivitas warga dan komunitas dapat berjalan terkoordinasi, sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Ketua Komunitas Jalak, Yudianto, mengatakan komunitasnya turut menjaga ekosistem sungai dan populasi satwa, terutama burung yang dinilai mulai berkurang. Upaya yang dilakukan antara lain pelepasan burung dan ikan untuk membantu menjaga keberadaan satwa di kawasan tersebut.

“Kami berupaya menjaga lingkungan sungai, termasuk satwa dan populasi burung yang mulai berkurang. Kami juga melakukan pelepasan burung dan ikan agar populasi satwa di kawasan ini tetap terjaga,” kata Yudianto.

Salah satu pengunjung, Ahmad, menilai Kali Bening menarik karena masih memiliki suasana alami dan nyaman untuk bersantai bersama keluarga. Menurutnya, keberadaan kawasan tersebut memberikan alternatif rekreasi sekaligus kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati lingkungan sungai yang masih terjaga. “Suasananya masih alami dan nyaman untuk bersantai. Kami juga bisa mengajak keluarga menikmati pemandangan sekaligus melihat langsung lingkungan sungai yang masih terjaga,” ujar Ahmad.

Aliran Kali Bening berasal dari kawasan Sumber Lumbu yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi wisata dan masih berada di wilayah Kecamatan Ngancar. Aliran tersebut kemudian bermuara ke Sungai Brantas. Meningkatnya kunjungan masyarakat kini menjadi tantangan bagi warga dan komunitas untuk memastikan aktivitas wisata tetap berjalan tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....