Petugas Damkar Kediri Cegah Kobaran Merembet ke Sekolah Rakyat
- 02 Sep 2026 16:35 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Kobaran api membakar lahan tebu di Dusun Plosokidul, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri
- Api sempat membesar setelah tertiup angin kencang dan merembet ke lahan tebu di sekitar Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Kobaran api membakar lahan tebu di Dusun Plosokidul, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Rabu, 2 September 2026. Api sempat membesar setelah tertiup angin kencang dan merembet ke lahan tebu di sekitar Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri.
Kebakaran bermula ketika sejumlah pekerja membakar daun tebu kering di lahan. Namun, kondisi angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat menjalar hingga ke bagian lahan tebu di sekitarnya.
Peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 09.17 WIB. Petugas Damkar Pos Pare kemudian bergerak pada pukul 09.21 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.55 WIB untuk melakukan penanganan.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dalam proses pemadaman. Masing-masing kendaraan memiliki kapasitas 5.000 liter air, dengan dukungan 10 personel untuk memastikan kobaran api tidak semakin meluas.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan petugas bergerak cepat setelah menerima laporan kebakaran. Penanganan dilakukan sesuai prosedur untuk mencegah api menjalar ke area lain yang berada di sekitar lokasi.
"Petugas langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan. Pemadaman dilakukan sesuai SOP agar api tidak meluas dan membahayakan lingkungan di sekitar lokasi," ujar Kaleb.
Menurutnya, keberadaan petugas di lapangan juga menjadi bagian dari upaya memastikan kobaran api tidak mendekati bangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri. Berkat penanganan petugas, api berhasil dikendalikan dan tidak sampai mengenai bangunan sekolah.
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah dilakukan pendinginan dan memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala, petugas menyatakan kondisi di lokasi telah aman.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp56 juta. Sementara itu, aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp168 juta.
Kaleb mengingatkan masyarakat, khususnya para pemilik maupun pekerja lahan, agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas pembakaran daun atau sisa tanaman. Kondisi cuaca dan angin dapat membuat api sulit dikendalikan dan berpotensi merembet ke lahan maupun bangunan di sekitarnya.
"Pembakaran sisa tanaman harus benar-benar memperhatikan kondisi lingkungan dan arah angin. Jangan sampai api yang awalnya kecil justru berkembang dan membahayakan area di sekitarnya," katanya.
Warga Kabupaten Kediri, Adi, berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, kebakaran lahan tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian, tetapi juga dapat mengganggu rasa aman masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi.
"Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kalau api sampai merembet ke bangunan tentu akan lebih berbahaya. Masyarakat juga harus lebih hati-hati ketika membakar daun atau sisa tanaman," ujar Adi.
Kecepatan laporan dan respons petugas menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kobaran api meluas. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran di lahan perlu dilakukan dengan penuh kewaspadaan, terutama saat kondisi angin cukup kencang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....