Menolak Luntur Digerus Zaman, Tradisi Mencuci di Kali Masih Lestari

  • 05 Agt 2026 15:26 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Menolak Luntur Digerus Zaman, Tradisi Mencuci di Kali Masih Lestari
  • Sungai menjadi ruang publik alami yang menjaga urat nadi gotong royong dan guyub rukun tetap hidup di pedesaan

RRI.CO.ID, Kediri – Di tengah masifnya gempuran teknologi rumah tangga modern seperti penggunaan mesin cuci, jasa laundry, sebagian warga Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, tetap setia pada tradisi mencuci di kali. Bagi warga, aktivitas harian ini telah bertransformasi menjadi warisan tradisi yang seolah menolak luntur digerus oleh zaman.

Menurut Andika Eka Pradana, Ketua RT 02 RW 01, Dusun Kendaldoyong, Desa Banjarejo, rutinitas mencuci di kali telah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang sebagai simbol kedekatan manusia dengan alam. Air sungai tidak hanya dilihat sebagai sumber kehidupan warga, melainkan elemen spiritual yang merawat kelangsungan hidup desa.

“Masih banyak warga yang mencuci di kali dan rata-rata usia mereka sekitar 50 tahunan ke atas. Memang kondisi air kali di tempat kami masih bersih sampai sekarang,” kata Andika, sapaan akrab pria berusia 36 tahun ini, Rabu, 5 Agustus 2026. Ditambahkannya, suara aliran air sungai sudah seperti irama kehidupan yang mengalirkan banyak memori sehingga tetap lestari hingga kini.

Modernisasi yang membawa berbagai kemudahan teknologi ternyata sama sekali tidak mampu mengikis ikatan batin warga Desa Banjarejo dengan sungai mereka. Fenomena unik ini membuktikan bahwa kearifan lokal memiliki daya tahan yang luar biasa di tengah gempuran digitalisasi teknologi dan gaya hidup serba instan.

Lebih dari sekadar membersihkan kain pakaian dari noda, aktivitas mencuci di kali berfungsi sebagai ruang sosial terbuka bagi sebagian warga Desa Banjarejo yang terletak lima kilometer dari Kota Kediri. Memiliki perangkat elektronik canggih di dalam rumah tidak lantas membuat warga melupakan suara gemercik aliran air alami di sekitar area persawahan desa.

Sungai secara tidak langsung telah mengambil peran sebagai ruang publik alami yang menjaga urat nadi gotong royong dan guyub rukun tetap hidup di pedesaan. Selain itu, kesetiaan warga Desa Banjarejo terhadap tradisi cuci pakaian di kali secara otomatis menumbuhkan kesadaran yang tinggi untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

“Warga sudah sangat sadar jika sungai tercemar, maka potensi alam dan tradisi luhur akan ikut punah. Warga Dusun Kendaldoyong secara swadaya rutin sebulan dua kali mengadakan aksi bersih-bersih sungai demi menjaga air tetap jernih,” ujar Andika seraya mengakui ada kepuasan batin tersendiri yang ia rasakan setiap saat mengucek pakaian langsung di atas batu kali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....