Siklus Tanam Diduga Jadi Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit

  • 02 Agt 2026 22:39 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Kenaikan harga cabai rawit di Kota Kediri diduga dipengaruhi berkurangnya pasokan akibat siklus tanam di daerah sentra produksi. Kondisi tersebut membuat harga cabai sempat meningkat dalam beberapa hari terakhir, meski pemerintah memastikan lonjakannya masih dalam batas yang wajar dan belum memerlukan intervensi pasar.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, M. Ridwan, mengatakan hasil pemantauan terhadap 44 komoditas kebutuhan pokok menunjukkan cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga. Meski sempat menyentuh kisaran Rp48.000 per kilogram, harga kini mulai bergerak turun menjadi sekitar Rp47.000 per kilogram.

"Kemungkinan besar kenaikan ini berkaitan dengan siklus tanam, sehingga pasokan dari petani belum maksimal. Namun, harganya masih berada di bawah batas acuan yang ditetapkan pemerintah dan saat ini sudah mulai menunjukkan tren penurunan," ujar Ridwan, Minggu, 2 Agustus 2026.

Kondisi tersebut juga dirasakan pedagang di Pasar Setono Betek Kota Kediri. Yun Sari mengaku harga cabai rawit di tingkat pemasok memang mengalami kenaikan sehingga berpengaruh pada harga jual di lapak. Meski demikian, pasokan masih tersedia dan aktivitas jual beli tetap berjalan normal.

"Pasokan cabai masih ada, hanya memang harganya naik dari pemasok. Tapi pembeli tetap ada, normal seperti biasa," tutur Yun Sari.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, Un Achmad Nurdin, menyampaikan fluktuasi harga juga terjadi pada sejumlah komoditas lain. Beras premium masih bertahan di kisaran Rp15.400 per kilogram, minyak goreng curah Rp18.900 per liter, telur ayam ras turun menjadi Rp23.833 per kilogram, sedangkan daging ayam ras naik menjadi Rp35.167 per kilogram. Adapun harga cabai merah besar mencapai Rp34.667 per kilogram, cabai merah keriting Rp35 ribu per kilogram, dan cabai rawit Rp47.333 per kilogram.

Menurut Un Achmad, kenaikan harga cabai dan bawang dipengaruhi musim kemarau yang mengurangi produktivitas lahan hortikultura sehingga pasokan dari daerah penghasil menjadi lebih terbatas. Meski demikian, kondisi tersebut belum mengganggu ketersediaan pangan di Kota Kediri karena distribusi komoditas dari berbagai daerah masih berjalan lancar.

"Kami terus memantau perkembangan harga setiap hari. Selama stok masih mencukupi dan kenaikannya belum berdampak signifikan, kondisi pasar masih terkendali. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, kami siap melakukan intervensi agar masyarakat tetap bisa memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau," kata Un Achmad.

Ia menambahkan, status Kota Kediri sebagai daerah transit perdagangan turut mendukung kelancaran distribusi bahan pangan. Pasokan dari sejumlah daerah produsen masih terus masuk sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi meski beberapa komoditas mengalami kenaikan harga akibat faktor musim dan produksi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....