Akhir Juli, Stok Darah PMI Kabupaten Kediri Tersedia 463 Kantong

  • 31 Jul 2026 14:37 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Persediaan darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Kediri mencapai 463 kantong hingga Jumat, 31 Juli 2026. Jumlah tersebut dinilai masih mampu mendukung kebutuhan pelayanan transfusi darah bagi pasien di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya, meski pemenuhan stok tetap bergantung pada partisipasi aktif masyarakat melalui kegiatan donor darah.

Berdasarkan data PMI Kabupaten Kediri, per 31 Juli 2026, golongan darah B menjadi stok terbanyak dengan total 223 kantong. Rinciannya terdiri atas 41 kantong Whole Blood (WB), 142 Packed Red Cell (PRC), 10 Leucodepleted, 13 Thrombocyte Concentrate (TC), 12 Fresh Frozen Plasma (FFP), dan lima Liquid Plasma (LP).

Sementara itu, stok golongan darah O tercatat sebanyak 134 kantong. Jumlah tersebut meliputi 34 kantong WB, 58 PRC, 10 Leucodepleted, 11 TC, 16 FFP, serta lima LP. Untuk golongan darah AB, PMI Kabupaten Kediri memiliki persediaan sebanyak 60 kantong yang terdiri atas 14 WB, 23 PRC, delapan Leucodepleted, dua TC, delapan FFP, dan lima LP. Adapun stok golongan darah A menjadi yang paling sedikit, yakni 46 kantong dengan rincian 10 WB, sembilan PRC, lima Leucodepleted, enam TC, 11 FFP, dan lima LP.

Staf Unit Donor Darah PMI Kabupaten Kediri, Yongki Frida Efendi, mengatakan pemantauan stok darah dilakukan setiap hari guna memastikan kebutuhan transfusi di seluruh fasilitas kesehatan tetap dapat dipenuhi. "Setiap hari kami memantau jumlah persediaan darah agar pelayanan transfusi bagi pasien di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya tidak mengalami kendala. Pemantauan ini juga menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah pemenuhan stok apabila diperlukan," ujar Yongki.

Ia menjelaskan, kebutuhan darah di Kabupaten Kediri rata-rata mencapai sekitar 1.500 kantong setiap bulan. Karena itu, ketersediaan stok harus dijaga secara berkelanjutan agar mampu memenuhi permintaan dari berbagai rumah sakit di wilayah tersebut.

Menurut Yongki, PMI Kabupaten Kediri secara rutin menggelar kegiatan donor darah keliling dengan melibatkan berbagai instansi, perusahaan, lembaga pendidikan, hingga komunitas masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan darah tetap stabil sepanjang tahun.

"Kami terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan donor darah keliling sesuai jadwal. Program ini menjadi salah satu cara paling efektif dalam menjaga ketersediaan stok darah agar tetap aman," katanya.

Yongki menambahkan, setiap kantong darah yang terkumpul memiliki peran penting dalam membantu pasien yang membutuhkan transfusi, baik untuk penanganan penyakit tertentu, tindakan operasi, maupun kondisi darurat medis. Oleh sebab itu, keberadaan pendonor sukarela menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan pelayanan transfusi darah.

PMI Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat yang memenuhi persyaratan kesehatan agar mendonorkan darah secara rutin. Selain berkontribusi memenuhi kebutuhan darah bagi pasien, kebiasaan donor darah secara berkala juga dapat memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor apabila dilakukan sesuai ketentuan medis. Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, PMI berharap ketersediaan stok darah di Kabupaten Kediri dapat terus terjaga dan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....