Harga Sayuran di Pasar Wates Kediri Relatif Stabil saat Kemarau

  • 30 Jul 2026 21:38 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Memasuki puncak musim kemarau, harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Wates, Kabupaten Kediri, masih terpantau relatif stabil. Meski beberapa jenis sayuran memang mengalami kenaikan, lonjakannya tidak signifikan karena pasokan dari sentra pertanian di Kabupaten Kediri dan wilayah sekitar masih mencukupi kebutuhan pasar.

Berdasarkan pantauan di Pasar Wates pada Kamis, 30 Juli 2026, mayoritas sayuran daun masih bertahan pada harga normal. Kangkung dijual sekitar Rp4.000 per ikat, sawi hijau Rp3.500-Rp4.000 per ikat, bayam Rp3.000-Rp4.000 per ikat, sedangkan tomat berada di kisaran Rp9.500-Rp10.000 per kilogram.

Komoditas lain seperti terong dijual Rp8.000-Rp9.500 per kilogram, buncis Rp11.500-Rp12.000 per kilogram, dan timun sekitar Rp9.000-Rp11.000 per kilogram. Harga tersebut tidak mengalami perubahan berarti dibandingkan pekan sebelumnya karena pasokan dari petani masih cukup tersedia.

Sedangkan untuk komoditas cabai menjadi salah satu yang mengalami kenaikan dibandingkan awal Juli. Cabai rawit merah dijual di kisaran Rp45.000 hingga Rp55.000 per kilogram, naik dari kisaran Rp35.000-Rp40.000 per kilogram.

Sementara cabai merah keriting berada pada kisaran Rp32.000-Rp38.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar dijual sekitar Rp30.000-Rp35.000 per kilogram. Kenaikan dipengaruhi berkurangnya produktivitas tanaman akibat cuaca kering berkepanjangan, meski distribusi barang dari petani masih berjalan lancar.

Pedagang sayuran di Pasar Wates, Yunita, mengatakan musim kemarau memang mulai berdampak terhadap beberapa komoditas tertentu, terutama cabai. Menurutnya, cuaca panas menyebabkan hasil panen tidak sebanyak saat musim penghujan sehingga harga sedikit menyesuaikan di tingkat pemasok.

"Kalau sayuran daun seperti kangkung, sawi, atau bayam masih relatif stabil. Yang mulai terasa naik itu cabai, terutama cabai rawit merah. Pasokannya berkurang karena hasil panen tidak sebanyak biasanya saat kemarau, sehingga harga dari pemasok ikut naik," ujar Yunita.

Ia menjelaskan, hingga akhir Juli pasokan sayuran ke Pasar Wates masih didominasi dari sentra pertanian Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan sebagian wilayah Malang.

“Karena distribusi masih lancar, pedagang belum mengalami kesulitan mendapatkan stok, sehingga kenaikan harga belum terjadi merata,”

Menurut Yunita, daya beli masyarakat juga belum mengalami perubahan berarti. Konsumen tetap membeli sayuran untuk kebutuhan harian meski jumlah pembelian cabai sedikit dikurangi ketika harga naik. Kondisi tersebut dinilai masih wajar dan belum berdampak signifikan terhadap omzet pedagang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....