Tingkatkan Daya Beli Masyarakat, DKPP Intensifkan GPM di Kabupaten Kediri

  • 30 Jul 2026 21:35 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya meningkatkan daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

Program tersebut digelar secara bertahap selama Juli hingga Agustus 2026 dengan menyasar 18 titik di berbagai wilayah Kabupaten Kediri.

Pelaksanaan GPM menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi warga berpenghasilan rendah ketika harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan.

Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat konsumen. Pemerintah daerah menilai kestabilan harga menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, mengatakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah akan terus berlanjut pada awal Agustus dengan menyasar sejumlah wilayah yang telah dijadwalkan.

"Pada awal Agustus, Gerakan Pangan Murah dijadwalkan berlangsung di tiga lokasi, yakni 3 Agustus di Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah, 4 Agustus di Desa Tengger Lor Kecamatan Kunjang, dan 5 Agustus di halaman Masjid Agung An-Nur Pare," kata Tutik, Kamis, 30 Juli 2026.

Menurut Tutik, masyarakat tidak hanya memperoleh harga yang lebih murah dibandingkan pasar, tetapi juga mendapatkan produk pangan dengan kualitas yang tetap terjamin.

"Harga berbagai kebutuhan pokok yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah berada di bawah harga pasar, sementara kualitas komoditas yang disediakan tetap menjadi perhatian," ujarnya.

Dalam setiap pelaksanaan GPM, DKPP menyiapkan berbagai komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Persediaan tersebut meliputi sekitar dua ton beras, 200 kilogram gula pasir, 200 liter minyak goreng, satu kuintal telur ayam, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing sekitar 60 hingga 80 kilogram.

Penyelenggaraan program ini melibatkan sejumlah pihak sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga stabilitas pangan daerah. DKPP bersinergi dengan Perum Bulog Kediri, Satgas Pangan, Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Kediri, pabrik gula, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui intensifikasi Gerakan Pangan Murah di berbagai kecamatan, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap masyarakat dapat lebih mudah mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau. Di sisi lain, program tersebut juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di Kabupaten Kediri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....