Panen di Musim Kemarau, Harga Gabah Jombang Masih Bertahan di Atas HPP

  • 28 Jul 2026 20:58 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Harga gabah di tingkat petani di Kabupaten Jombang hingga kini masih bertahan di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di tengah berlangsungnya musim panen di masa kemarau, kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa permintaan pasar masih lebih tinggi dibandingkan ketersediaan hasil panen, sehingga harga gabah belum mengalami penurunan.

Harga gabah kering panen (GKP) di sejumlah wilayah Jombang saat ini berada pada kisaran Rp7.500 hingga Rp7.800 per kilogram. Angka tersebut masih terpaut sekitar Rp1.000 hingga Rp1.300 di atas HPP yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering giling (GKG) telah menyentuh kisaran Rp9.000 per kilogram.

Kondisi tersebut terjadi ketika musim panen kemarau mulai berlangsung di berbagai sentra produksi padi di Kabupaten Jombang. Sekitar 50 persen areal persawahan telah memasuki masa panen, di antaranya berada di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, serta wilayah Kecamatan Diwek dan Kecamatan Jogoroto.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony, mengatakan harga gabah yang masih berada di atas HPP merupakan dampak dari terbatasnya hasil panen pada musim kemarau. Menurutnya, kondisi tersebut membuat harga di tingkat petani tetap stabil pada level yang relatif tinggi.

"Harga gabah kering panen saat ini masih berkisar antara Rp7.500 hingga Rp7.800 per kilogram. Nilai itu masih berada di atas Harga Pembelian Pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram," ujar Rony, Selasa, 28 Juli 2026.

Ia menjelaskan, perbedaan harga tersebut tidak terlepas dari menurunnya volume produksi selama musim kemarau. Luas areal panen yang lebih sempit dibanding musim hujan membuat jumlah gabah yang beredar di pasar ikut berkurang.

"Pada musim kemarau, volume panen memang tidak sebesar musim penghujan karena luas panennya lebih terbatas. Sementara kebutuhan gabah di pasar masih tetap tinggi, sehingga harga masih mampu bertahan pada level yang cukup baik bagi petani," katanya.

Menurut Rony, situasi tersebut memberikan keuntungan bagi petani karena hasil panen masih dapat dijual dengan harga di atas acuan pemerintah. Dinas Pertanian Kabupaten Jombang akan terus memantau perkembangan produksi dan harga gabah selama musim panen kemarau berlangsung.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga sekaligus mengantisipasi perubahan harga apabila produksi mulai meningkat pada periode panen berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....