Cuaca Bediding, Masyarakat Diminta Waspada ISPA dan Alergi

  • 27 Jul 2026 17:33 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Masyarakat Kabupaten Kediri diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan alergi seiring berlangsungnya fenomena bediding pada musim kemarau. Penurunan suhu udara yang terjadi pada malam hingga pagi hari berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit pernapasan.

Fenomena bediding yang umumnya terjadi pada Juli hingga September merupakan siklus tahunan akibat pengaruh angin muson Australia yang membawa massa udara dingin dan kering. Perubahan suhu yang cukup tajam, ditambah paparan debu dan angin saat musim kemarau, dinilai dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga risiko terserang penyakit menjadi lebih tinggi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro, mengatakan perubahan suhu menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap infeksi saluran pernapasan. Selain ISPA, udara dingin juga dapat memicu gangguan kesehatan lain pada sebagian orang.

"Perubahan suhu yang cukup ekstrem, ditambah paparan debu dan angin, dapat membuat daya tahan tubuh menurun. Dalam kondisi seperti itu, risiko seseorang mengalami ISPA menjadi lebih besar," ujar Bambang, Senin, 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, suhu dingin juga dapat memicu rhinitis atau peradangan pada selaput lendir hidung yang ditandai dengan gejala hidung tersumbat, pilek, bersin, dan rasa gatal. Pada individu yang sensitif, kondisi tersebut bahkan dapat berkembang menjadi alergi dingin yang memicu munculnya biduran.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khatib, mengingatkan kelompok lanjut usia dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta agar tidak menganggap remeh dampak cuaca bediding. Menurutnya, suhu dingin dapat memperparah penyakit yang telah diderita apabila kondisi tubuh tidak dijaga dengan baik.

"Lansia maupun masyarakat yang memiliki riwayat penyakit seperti asma, gangguan pernapasan, atau nyeri sendi perlu lebih berhati-hati. Apabila keluhan sering kambuh, tubuh menggigil, atau kondisi kesehatan terus menurun, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan lebih awal," kata Khatib.

Ia menambahkan, masyarakat dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan selama musim bediding dengan menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air hangat sesuai kebutuhan, serta menggunakan pakaian atau selimut yang cukup tebal saat suhu udara mulai turun. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah penyakit akibat perubahan cuaca selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....