Muktamar NU 2026, PWNU Jatim Usung Gus Kikin Sebagai Calon Ketua PBNU

  • 27 Jul 2026 00:03 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyatakan siap menerima mandat sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU setelah resmi ditugaskan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Kesediaan tersebut disampaikan meski sebelumnya ia mengaku tidak memiliki rencana untuk maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum PBNU.

Gus Kikin mengatakan keputusan untuk maju bukan didasarkan pada keinginan pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab atas amanah yang diberikan organisasi. Karena itu, ia memilih menghormati hasil keputusan PWNU Jawa Timur dan dukungan dari jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

"Pada awalnya saya memang tidak memiliki keinginan untuk mencalonkan diri. Namun setelah menerima penugasan resmi dari PWNU Jawa Timur yang juga disampaikan di hadapan seluruh PCNU se-Jawa Timur, saya memandang hal itu sebagai amanah organisasi yang harus saya emban," ujar Gus Kikin, Minggu, 26 Juli 2026.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut, kekuatan Nahdlatul Ulama selama ini terletak pada tradisi keilmuan, ukhuwah, dan budaya kasih sayang yang diwariskan para ulama. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus tetap menjadi fondasi dalam menjaga arah organisasi di masa mendatang.

"Jati diri Nahdlatul Ulama dibangun di atas tradisi, persaudaraan, dan semangat kasih sayang. Nilai-nilai itulah yang perlu terus dipelihara dan diteruskan agar organisasi tetap kokoh serta mampu menjawab tantangan zaman," katanya.

Sementara itu, sebelumnya Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Djawahir, menjelaskan penugasan kepada Gus Kikin merupakan keputusan resmi organisasi yang telah melalui pembahasan di tingkat Syuriyah dan Tanfidziyah. Menurutnya, penetapan tersebut tidak lahir dari kepentingan personal maupun kelompok tertentu.

"Mandat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz merupakan hasil mekanisme organisasi setelah melalui beberapa kali pembahasan bersama jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah. Jadi, keputusan ini bukan didasarkan pada kepentingan pribadi, melainkan murni keputusan organisasi," ujar Abdul Matin.

Ia menambahkan, keputusan tersebut juga mendapat dukungan dari 45 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur. Kesepakatan itu menjadi dasar PWNU Jawa Timur mengusung Gus Kikin sebagai kandidat Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU.

"Seluruh PCNU di Jawa Timur telah menyatakan dukungannya. Kesepakatan itu menjadi bentuk kebersamaan warga Nahdlatul Ulama Jawa Timur dalam menentukan figur yang akan diusung pada Muktamar mendatang," jelasnya.

Menurut Abdul Matin, pengalaman Gus Kikin di lingkungan Nahdlatul Ulama menjadi salah satu pertimbangan utama. Selain pernah mengemban amanah di PBNU, ia saat ini memimpin PWNU Jawa Timur dan dinilai memiliki rekam jejak kaderisasi yang memadai serta komitmen menjaga nilai-nilai Qanun Asasi sebagai fondasi organisasi.

"Beliau memiliki pengalaman organisasi yang lengkap, mulai dari tingkat PBNU hingga memimpin PWNU Jawa Timur. Bekal kaderisasi dan komitmennya terhadap nilai-nilai dasar Nahdlatul Ulama menjadi modal penting untuk memimpin organisasi ke depan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....