SMADAWA Perkuat Pembinaan Ekstrakurikuler untuk Menunjang Minat Bakat Siswa

  • 23 Jul 2026 15:30 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • SMA Dharma Wanita 1 Pare menyelenggarakan pelatihan tiga hari (21–23 Juli 2026) untuk memperkuat tata kelola ekstrakurikuler di awal tahun ajaran baru 2026/2027.
  • Pelatihan difokuskan pada penyusunan program kerja, penguatan manajemen organisasi, dan strategi pengembangan ekstrakurikuler agar lebih terarah dan terukur.
  • Tim dari Putera Sampoerna Foundation melalui program School Development Outreach memberikan materi mencakup manajemen organisasi, penyusunan program kerja, dan metode evaluasi berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Kediri - SMA Dharma Wanita 1 Pare memperkuat tata kelola kegiatan ekstrakurikuler pada awal Tahun Ajaran Baru 2026/2027 melalui pelatihan bagi seluruh pembina ekstrakurikuler. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 21–23 Juli 2026, itu difokuskan pada penyusunan program kerja, penguatan manajemen organisasi, serta strategi pengembangan ekstrakurikuler agar pelaksanaannya lebih terarah dan terukur.

Pelatihan tersebut menghadirkan tim dari Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui program School Development Outreach (SDO). Materi yang diberikan mencakup manajemen organisasi, penyusunan program kerja, hingga metode evaluasi kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Project Facilitator Putera Sampoerna Foundation (PSF) – School Development Outreach, Bahagia Dito Mangkuluhur, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari pendekatan pendidikan holistik yang diterapkan PSF. Menurutnya, pengembangan peserta didik tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

"Program kami mengusung pendekatan holistik. Karena itu, penguatan tidak hanya dilakukan pada pembelajaran intrakurikuler, tetapi juga kokurikuler dan ekstrakurikuler agar seluruh potensi siswa dapat berkembang secara optimal," ujar Dito, Kamis, 23 Juli 2026.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang masih ditemui di sejumlah sekolah adalah pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler yang belum terdokumentasi dengan baik. Melalui pelatihan tersebut, pembina diharapkan mampu menyusun sistem pengelolaan yang lebih terencana sehingga pelaksanaan program menjadi lebih efektif.

"Kami ingin setiap ekstrakurikuler memiliki program kerja yang jelas, terdokumentasi, serta dilengkapi indikator keberhasilan. Dengan begitu, pembina maupun siswa memiliki arah yang sama dalam menjalankan setiap kegiatan," katanya.

Selain penyusunan program kerja, peserta juga dibekali kemampuan menyusun profil organisasi ekstrakurikuler berdasarkan analisis minat dan bakat peserta didik. Mereka juga diarahkan untuk merancang metode evaluasi yang dapat digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan setiap program.

Dito menambahkan, pengelolaan ekstrakurikuler yang lebih sistematis diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus meningkatkan prestasi sesuai bidang yang diminati.

"Harapan kami, setiap siswa memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengembangkan bakat dan minatnya, kemudian mampu berpartisipasi dalam berbagai kompetisi hingga meraih prestasi sesuai potensinya," ucapnya.

Pelatihan Pembina ekstrakulikuler SMADAWA oleh Project Facilitator Putera Sampoerna Foundation (PSF) – School Development Outreach, Bahagia Dito Mangkuluhur (Foto : RRI/Kusuma)

Sementara itu, Koordinator Ekstrakurikuler SMA Dharma Wanita 1 Pare, Alvina Nur Afifah, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman seluruh pembina dalam mengelola kegiatan ekstrakurikuler pada tahun ajaran baru.

"Pelatihan ini penting untuk menyelaraskan tujuan sekolah, pembina, dan kebutuhan siswa. Kami ingin setiap kegiatan ekstrakurikuler benar-benar mampu mendukung pengembangan minat dan bakat peserta didik, sekaligus memperkuat capaian mereka di bidang nonakademik," ucap Alvina.

Melalui pelatihan tersebut, SMA Dharma Wanita 1 Pare menargetkan seluruh pembina memiliki perencanaan program yang lebih terstruktur, mekanisme evaluasi yang jelas, serta sistem pengelolaan yang mampu mendukung pembinaan karakter, pengembangan kompetensi, dan peningkatan prestasi siswa di bidang nonakademik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....