Kompetisi SIMSO Thailand Antar Siswa Trensains Tebuireng Raih 19 Penghargaan

  • 16 Agt 2026 20:01 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Keikutsertaan siswa SMA Trensains Tebuireng dalam kompetisi Siam International Mathematical and Science Olympiad (SIMSO) di Thailand berbuah 19 penghargaan. Capaian tersebut diraih dalam kompetisi matematika dan sains tingkat internasional yang berlangsung pada 7 hingga 9 Agustus 2026.

Sebanyak sembilan siswa SMA Trensains Tebuireng mengikuti kompetisi secara langsung di Thailand, terdiri atas enam siswa putri dan tiga siswa putra. Sementara sejumlah siswa lainnya mengikuti perlombaan melalui jalur daring. Para peserta berkompetisi dengan pelajar dari berbagai negara dalam kategori matematika dan sains.

Guru sekaligus pembimbing dan pendamping lomba, Muhaimin Ilyas, mengatakan pemilihan peserta dilakukan dengan mempertimbangkan rekam jejak akademik siswa, terutama pada mata pelajaran matematika dan sains. Selain capaian akademik, komitmen dan semangat siswa juga menjadi pertimbangan utama.

“Rekam jejak nilai matematika dan sains memang menjadi salah satu pertimbangan. Namun, yang tidak kalah penting adalah melihat komitmen serta semangat para santri dalam mengikuti proses pembinaan,” ujar Muhaimin, Minggu, 16 Agustus 2026.

Sebelum tampil di tahap final SIMSO, para siswa menjalani pembinaan intensif selama sekitar tiga bulan. Pembinaan dilakukan setelah mereka melalui proses seleksi nasional untuk mempersiapkan kemampuan menghadapi kompetisi tingkat internasional.

Metode latihan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan rumus. Siswa diarahkan untuk memahami konsep, mengembangkan penalaran, serta meningkatkan kemampuan memecahkan persoalan melalui pembahasan soal SIMSO tahun sebelumnya dan berbagai soal kompetisi internasional lainnya.

“Latihan kami lebih diarahkan pada bagaimana membedah logika dan menyelesaikan masalah. Anak-anak tidak cukup hanya menghafal rumus, tetapi harus memahami persoalan sampai ke akar masalahnya,” jelas Muhaimin.

Muhaimin mengatakan capaian siswa dalam SIMSO tidak hanya dinilai dari penghargaan yang diperoleh. Menurutnya, pengalaman berkompetisi di tingkat internasional juga menjadi bagian dari pembentukan pola pikir ilmiah, kemampuan bernalar, dan kesiapan siswa menghadapi persoalan di masa mendatang.

“Harapannya, kemampuan bernalar secara kritis dan logis yang mereka dapatkan dari proses ini bisa menjadi bekal untuk berkontribusi sebagai ilmuwan, teknokrat, maupun ulama yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat,” katanya.

Dari kategori matematika, sebanyak 12 siswa memperoleh penghargaan. Enam siswa meraih medali Bronze, yakni Aufa Bilbina Nurya Shanty, Maulida Athasira Erlangga, Anargya Muhammad Nashrullah, Muhamad Husein Kholif Bariz, Naila Syafani, dan Nufailah Farah Anjani.

Sementara Asra Rasyid Nurhadi, M. Bilifthon Tanfa’, Tania Ratna Duhita, Hilyatul Aulya Rizqi Nihayah, Kaysah Chilwah Kaamilah, dan Rafah Alayda Najwa Ahmad memperoleh penghargaan Achiever.

Pada kategori sains, tujuh siswa berhasil memperoleh penghargaan. Izza Khalydia Rohman, Nathanie Azaria Rusianto, Azzsya Nur Fatimah Anwar, dan Kilala Esra Wahyono meraih medali Silver. Sedangkan Alexa Teesnym Anggraini, Kayla Ivani, dan Alifia Maudy Nafisha Putri memperoleh medali Bronze.

Bagi para peserta, kompetisi tersebut juga memberikan pengalaman berinteraksi dengan pelajar dari berbagai negara. Salah satu peserta kategori matematika, Nayla Syafani, mengatakan dirinya sempat berkenalan dan bertukar pengalaman dengan peserta asal Brazil, Myanmar, Filipina, dan Thailand.

“Saya sempat berkenalan dengan peserta dari Brazil, Myanmar, Filipina, dan Thailand. Kami juga bertukar kenang-kenangan dan saling menanyakan asal negara, meskipun interaksinya terbatas karena rangkaian lomba cukup padat,” ucap Nayla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....