Stop Bullying, Pesan Bupati Kediri kepada Murid Baru

  • 13 Jul 2026 20:42 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Stop Bullying, menjadi pesan utama Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kepada semua murid baru pada tahun ajaran 2026/2027

RRI.CO.ID, Kediri - Stop Bullying, menjadi pesan utama Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kepada semua murid baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Pernyataan ini disampaikan Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) saat menyapa murid baru SMP Negeri 2 Ngasem di hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin, 13 Juli 2026.

"Saya juga ingatkan jangan melakukan bullying, baik secara fisik ataupun verbal," kata Mas Dhito.

Menurutnya, bullying atau perundungan merupakan perbuatan yang dapat mengganggu mental anak utamanya bagi korban.

"Salah satunya bisa membuat korban menjadi sering ketakutan atau kehilangan kepercayaan diri," katanya.

Adapun, SMP Negeri 2 Ngasem termasuk sekolah baru di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri yang didirikan pada tahun 2023. Saat ini, murid kelas VII sebanyak 128 anak dan mengikuti MPLS selama 5 hari.

Mas Dhito meyakini, penyelenggaraan MPLS dapat membantu murid baru menggali dan mengenali potensi diri, mengenal warga sekolah, mengenali kurikulum, serta lingkungan sekolah.

"MPLS ini sekaligus menjadi gerbang awal pembentukan budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi para murid sejak hari pertama masuk sekolah," katanya.

Pada kunjungan ini, ia meminta, para murid baru untuk lebih giat belajar dan mengurangi bermain gadget.

"Untuk para murid, saya harap selalu memperhatikan saat guru tengah mengajar di depan kelas. Kalau guru sedang ngajar perhatikan, kalian sudah SMP, kalau ada kendala lapor," katanya.

Selain menemui murid baru yang mengikuti MPLS, dalam kunjungannya Mas Dhito juga menemui murid kelas VIII.

Terpisah, Supriyadi, orang tua di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri membenarkan, jika masalah bullying harus menjadi perhatian semua pihak.

"Dampak dari bullying ini bisa membekas di ingatan anak sampai mereka dewasa dan dampaknya mengkhawatirkan. Jadi, sejak sedini mungkin, hal itu harus diantisipasi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....