HAN 2026, Bupati Kediri Ajak Anak Bijak Bermedia dan Hindari Bullying
- 23 Jul 2026 16:37 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengajak anak-anak untuk menggunakan gawai secara bijak serta menjauhi segala bentuk perundungan (bullying). Pesan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", saat menyapa 100 siswa baru angkatan keempat SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Bupati Mas Dhito, perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan kemampuan anak dalam memanfaatkan gawai secara bertanggung jawab. Penggunaan gadget yang berlebihan, menurutnya, berpotensi memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang maupun aktivitas belajar anak.
"Saya ingatkan, penggunaan handphone harus bijak. Gadget yang digunakan secara berlebihan akan berdampak tidak baik. Gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat," kata Mas Dhito.
Selain mengingatkan penggunaan media digital, Mas Dhito juga menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh anak. Ia menolak segala bentuk perundungan dan menegaskan akan memberikan tindakan tegas apabila menemukan praktik bullying di lingkungan pendidikan.
"Jangan lakukan bullying. Kalau saya tahu ada aksi bullying, langsung akan saya tindak dan saya coret," ucapnya tegas.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito juga berpesan agar anak-anak membangun karakter yang jujur dan loyal sejak dini. Menurutnya, kejujuran kepada diri sendiri serta sikap loyal kepada orang-orang yang telah memberikan kebaikan merupakan bekal penting dalam menjalani kehidupan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri, dr. Nurwulan Andadari, mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh pihak agar memberikan perlindungan sekaligus ruang tumbuh yang sehat bagi anak.

Menurut Anda, anak-anak saat ini memiliki peluang yang semakin luas untuk berkembang dan meraih prestasi. Namun, kesempatan tersebut harus didukung oleh lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang serta kepedulian terhadap kebutuhan anak.
"Anak-anak akan tumbuh bahagia apabila di dalam keluarganya juga tumbuh budaya saling mengasihi dan menyayangi. Berikan ruang bagi anak untuk bermain, berekspresi sesuai usianya, berikan kasih sayang, dan jangan lupa mendengarkan mereka," ujar Anda.
Ia menambahkan, kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan maupun perundungan. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, percaya diri, serta siap menyongsong masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....