Gerakan Ayah Antar Anak Warnai Tahun Ajaran Baru di Kediri
- 13 Jul 2026 19:43 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah Warnai Tahun Ajaran Baru di Kediri
- Program GAMAS mengirimkan pesan kuat tentang sebuah langkah awal perubahan budaya pengasuhan yang lebih sehat dan setara
RRI.CO.ID, Kediri – Suasana hari pertama masuk sekolah di Kabupaten dan Kota Kediri pada tahun ajaran baru kali ini terasa berbeda dan lebih hangat dari biasanya. Gerakan ‘Ayah Mengantar Anak Sekolah’ (GAMAS) yang dikampanyekan secara masif oleh pemerintah daerah sukses mengubah atmosfer hari pertama sekolah menjadi momen emosional penuh keceriaan.
Ribuan ayah dari berbagai latar belakang profesi terlihat meluangkan waktu khusus demi mendampingi buah hati mereka melangkah masuk ke gerbang sekolah, Senin, 13 Juli 2026. Pemandangan pagi hari yang tak biasa ini terlihat di sejumlah sekolah salah satunya Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kediri, Jawa Timur.
“Bagi sebagian besar anak, kehadiran ayah di hari pertama sekolah membangkitkan percaya diri yang besar dalam menghadapi lingkungan baru. Kehadiran ayah di momen krusial mampu mereduksi kecemasan anak secara signifikan terutama saat masa transisi,” kata Danny Kurniawan, Wali Murid Kelas 1 MIN 1 Kediri seraya menyatakan mendukung sepenuhnya Program GAMAS.
“Kehadiran sosok Ayah yang biasanya sibuk bekerja tentu memberikan atmosfer baru yang menyenangkan saat anak-anak memasuki sekolah baru mereka,” ujar Danny yang saat ini menjabat sebagai Pengelola Program Jiwa di UPTD Puskesmas Kras, Kabupaten Kediri, Senin pagi.
Inisiatif luar biasa ini sengaja digulirkan untuk mengikis stigma lama yang menganggap bahwa urusan mengantar anak dan mendampingi pendidikan dasar sepenuhnya menjadi tugas ibu semata. Keseimbangan peran antara kedua orang tua sejak hari pertama sekolah dapat memengaruhi perkembangan psikologis serta kecerdasan emosional anak di masa mendatang.
“Waktu ada pengumuman Program GAMAS, saya langsung atur shift kerja supaya tidak ketinggalan momen berharga. Apalagi jadwalnya MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Biar mereka semangat dan berani,” ucap Bagus Sudarsono, pria 34 tahun yang merupakan karyawan pabrik triplek di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.
Selain menjadi bukti nyata bahwa kesadaran akan pentingnya kehadiran orang tua di ruang publik pendidikan kian meningkat, Program GAMAS mengirimkan pesan kuat tentang sebuah langkah awal perubahan budaya pengasuhan yang lebih sehat dan setara, serta pentingnya sinergi pengasuhan dalam menyukseskan masa depan generasi penerus bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....