Sebelas Madrasah Jombang Raih Penghargaan Adiwiyata 2026

  • 29 Jun 2026 20:23 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Sebanyak 11 madrasah di Kabupaten Jombang berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata 2026 sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dalam membangun budaya peduli lingkungan di satuan pendidikan.

Capaian tersebut memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik melalui pelestarian lingkungan.

Selain meraih Penghargaan Adiwiyata, lima madrasah di Kabupaten Jombang juga berhasil masuk dalam 10 besar finalis Inovasi Teknologi Lingkungan (Inotech) 2026. Prestasi tersebut menunjukkan semakin berkembangnya inovasi yang lahir dari lingkungan madrasah dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Jombang, Nur Khojin, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan program ekoteologi yang selama ini diterapkan di madrasah. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari proses pendidikan dan pengamalan nilai-nilai keagamaan.

"Kami terus mendorong seluruh madrasah agar tidak hanya mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga lingkungan. Gerakan ekoteologi menjadi salah satu ikhtiar untuk menanamkan tanggung jawab terhadap alam sebagai bagian dari nilai keimanan," ujarnya, Senin, 29 Juni 2026.

Nur Khojin menjelaskan, penguatan budaya ramah lingkungan dilakukan melalui berbagai program, di antaranya Gerakan Bersama Olah Sampah Jadi Sedekah (Gema Sajadah), Tanam Pelihara Jadi Guna dan Manfaat (Tali Jagat), serta Gerakan Madrasah Hijau Asri (Gema Hijas). Program tersebut dirancang untuk membangun kebiasaan hidup bersih, mengelola sampah secara produktif, serta meningkatkan kepedulian warga madrasah terhadap kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, menegaskan bahwa pendidikan berbasis ekoteologi akan terus diperkuat sebagai bagian dari transformasi madrasah. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditanamkan sejak dini melalui dunia pendidikan.

"Madrasah harus mampu menjadi contoh dalam membangun budaya cinta lingkungan. Merawat alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Karena itu, kami akan terus memperluas berbagai inovasi agar lahir generasi yang religius, berkarakter, sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan," ucapnya.

11 madrasah penerima Penghargaan Adiwiyata 2026 terdiri atas MIS Muawanah, MIS Ar Rohmah, MIS Babussalam Kalibening, MIS Sunan Kalijogo, MIS Babussalam, MI Darul Hikmah, MI Bustanul Ulum, MI Plus Darul Falah, MI Muhammadiyah 5, MI Miftahul Huda, dan MIS Al Mursyidah. Sementara itu,

Lima madrasah yang berhasil menembus 10 besar finalis Inovasi Teknologi Lingkungan 2026 adalah MAN 4 Jombang, MAN 1 Jombang, MAS Al Hikam, MTsS Al Hikam, dan MTsN 16 Jombang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....