Sekolah Dasar Didorong Ciptakan Lingkungan Belajar Inklusif

  • 25 Jun 2026 15:01 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Sekolah dasar di Kabupaten Jombang didorong untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang setara tanpa diskriminasi.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, mengatakan penerapan pendidikan inklusif tidak hanya berfokus pada keberadaan siswa berkebutuhan khusus di sekolah reguler, tetapi juga menyangkut kesiapan lingkungan sekolah dalam menerima dan mendukung keberagaman.

Menurutnya, kepala sekolah dan guru memiliki peran sentral dalam membangun budaya sekolah yang ramah bagi seluruh peserta didik. Karena itu, pemahaman mengenai pendidikan inklusif perlu dimiliki oleh seluruh tenaga pendidik, bukan hanya guru pendamping khusus.

"Prinsip pendidikan inklusif harus menjadi bagian dari budaya sekolah. Seluruh guru dan kepala sekolah perlu terlibat dalam memberikan layanan pendidikan yang setara agar setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya masing-masing," kata Rhendra, Kamis, 25 Juni 2026, dalam kegiatan Bimtek Pengembangan Budaya Inklusif pada Sekolah Dasar di Aula 1 dan Aula 2 Disdikbud Jombang.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif juga dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Pendekatan dan strategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah perlu mendapat penguatan di rumah agar proses perkembangan anak dapat berjalan secara berkesinambungan.

"Sinergi antara sekolah dan orang tua sangat diperlukan. Apa yang dibangun di ruang kelas idealnya dapat dilanjutkan di lingkungan keluarga sehingga kebutuhan belajar dan perkembangan anak dapat terpenuhi secara optimal," ujarnya.

Rhendra menambahkan, tantangan dalam pelaksanaan pendidikan inklusif masih cukup beragam, mulai dari pemahaman masyarakat hingga kesiapan sumber daya di sekolah. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah menjadi salah satu langkah yang terus didorong untuk memperkuat layanan pendidikan yang inklusif.

Melalui penguatan budaya inklusif di jenjang sekolah dasar, Disdikbud Jombang berharap seluruh peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta menghargai perbedaan. Dengan demikian, hak memperoleh pendidikan yang berkualitas dapat dirasakan oleh semua anak tanpa terkecuali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....